Melalui kesibukan dunia maya aku tak sengaja menemukan potretmu yang jarang
Membatin, “bisakah aku bertegur sapa denganmu?”
Sebab kita hanya sekadar mengikuti dan diikuti tanpa pernah berinteraksi di sosial media
Entah karena semesta telah berencana atau ucapan dalam hatiku yang sekenanya itu terlampau kuat mengedar di radarmu
Sebuah pesan singkat kau kirim kepadaku
Antara percaya dan mustahil
Namun aku segera paham jika kau salah satu bagian dari hal penting yang sempat menolakku
Rasanya seperti ditemukan dan diselamatkan
Kau membawa harapan baru untuk kegagalanku
Aku ini perasa yang terburu
Begitu mudahnya meletakkan rasa ingin memiliki
Tanpa tahu lebih dulu tentang hidupmu yang jauh itu
Tapi biarlah hati meletakkan sekeping kenaifannya
Kubincangkan kau dengan berbagai hal yang dekat
Tulisan singkat, cerita bersama sahabat, dan khayalan-khayalan sekelebat
Menyenangkan tapi tak menenangkan
Sebab mengagumimu berisiko bagi perasaanku
Tapi biarlah kenaifan ini memilih jalannya sendiri
Pada suatu pagi yang masih mengantuk
Penasaranku menemukan kenyataan bahwa kau memang sepenuhnya tak berhak kumiliki
Ada dunia kecilmu bersamanya, nampak membahagiakan
Dan hatiku yang naif ini tak akan tega untuk terus menumbuhkan rasanya.
Sda, 10 Mei (06.16)

There is defihately a great deal to learn about this topic.
BalasHapusI really like all of the points you have made.