Selasa, 28 Januari 2014

Diam

Lalu kutebar segala risau di jalanan 
Pada aspal yang basah setelah pasrah diguyur hujan
Tak mengapa kita terdiam 
Berjam jam 
Sedang hatiku selalu riuh tak mampu bungkam 
Kaca jendela bertitik titik bening
Melumatku dan kau bagai dinding
Dingin...
Hati remuk redam dipaksa beku
Ah, nampaknya kita memilih bisu 
Masih berderu 
Kau dan aku 
Genting dalam pikiran masing masing

By: Rena Kharisma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik