Lalu kutebar segala risau di jalanan
Pada aspal yang basah setelah pasrah diguyur hujan
Tak mengapa kita terdiam
Berjam jam
Sedang hatiku selalu riuh tak mampu bungkam
Kaca jendela bertitik titik bening
Melumatku dan kau bagai dinding
Dingin...
Hati remuk redam dipaksa beku
Ah, nampaknya kita memilih bisu
Masih berderu
Kau dan aku
Genting dalam pikiran masing masing
Pada aspal yang basah setelah pasrah diguyur hujan
Tak mengapa kita terdiam
Berjam jam
Sedang hatiku selalu riuh tak mampu bungkam
Kaca jendela bertitik titik bening
Melumatku dan kau bagai dinding
Dingin...
Hati remuk redam dipaksa beku
Ah, nampaknya kita memilih bisu
Masih berderu
Kau dan aku
Genting dalam pikiran masing masing
By: Rena Kharisma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar