Jumat, 03 Januari 2014

Sepucuk Surat *1

Sidoarjo, 03.01.2014 / 14.40

Teruntuk W.Y.T


Terkadang hanya dengan sebuah pelukan apa apa yang menjadi belenggu pada diri semisal rindu, pedih, bahkan tangis pun dapat dengan mudah dipecahkan ketika pelukan mulai mengerat. Aku pun tak mengerti jika ternyata persahabatan masih terdengar tak mengenakkan, mungkin bukan di telingamu namun di hatimu. Sebenarnya aku belum tahu percakapan mana yang kau maksudkan, yang membuat iri selintas ada di benakmu. Mungkin bisa kau lebih perjelas terlebih dahulu sebelum aku merangkum persepsiku sendiri. Bicara persoal iri, tak perlu khawatir. Aku pun kerap kali merasakannya bahkan rasa itu sering pula menggerogoti rasa percaya diriku, menjadikan nyaliku ciut hingga pada akhirnya minder adalah satu-satunya hasil yang kubawa.
Untuk sekadar pelukan yang kau pintakan padaku, mungkin aku akan dengan mudah memberikannya. Tetapi ada waktu yang harus kita tepati terlebih dahulu, ada tempat yang harus kita bersihkan dulu dari tatapan-tatapan yang ngeri jika pada akhirnya pelukan kita berlabuh. Dengan senang hati akan kurentangkan tangan untuk menyambut sebuah pelukan, aku harap akan menghangatkan diri kita masing-masing. Pun gengsi akan kusapu bersih nanti. 
Semoga kau paham tentang ini.

Salam Manis,
Rena ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik