Ketika
kau menemui perpisahan pada kisah yang sebenarnya kau yakini penuh kaebagiaan,
rasanya mustahil jika di antara hari-hari kebahagiaan itu kau tak memikirkan
tentang kehilangan. Bukan memikirkan jika kau mengatakan tak ingin memikirkan
apa-apa yang tidak membahagiakan, sekadar terbersit tentang kehilangan itu
pasti. Tak perlu menyangkali tentang hal ini karena kau tak pasti percaya
dengan ketidakabadian di dunia ini. Segala miliki masanya, tak terkecuali masa saat
akhirnya kau harus melepaskan. Merelakan.
Terkadang
penghiburan diri sendiri melalui kalimat-kalimat motivasi yang gencar membuatmu
bergairah hidup kembali. Padahal ketakutan akan kehilangan itu masih mengitari
sekujur tubuhmu. Kehilangan mungkin hanya persoal kau tak mampu merelakan atau
perihal waktu yang belum mampu membawa detik di mana bahagia kembali
menyelimuti. Kemudian dengan terang-terangan kau menyesali segala keterlepasan
yang kau pilih sendiri. Kau hanya menghindari agar tak tersakiti kembali jika
terus bersama, kau hanya ingin mendapatkan yang lebih bahagia dari ini, padahal
di sini saja sudah ada pemenuhan hati yang kosong meski tak semuanya mampu
terpenuhi.
Kau
merasakan bahwa semesta sedang tak mendukungmu untuk bahagia atau kau merutuki
ketidakadilan Tuhan. Tapi secepat kilat kau menyalahkan diri sendiri, sebab kau
pun terlalu takut untuk membiarkan semesta terus-menurus tak mendukungmu jika
tahu kau menyalahkannya. Apalagi Tuhan, pasti kau mengerti bahwa Tuhan tidak
boleh disalahkan karena Dialah yang berhak atas dirimu. Menjatuhkanmu,
menjungkirbalikkan keaadaanmu, kau tak boleh protes dan harus mensyukurinya. Di
sinilah ketabahan yang pernah kau rangkai pada beberapa bait aksaramu koyak
bahkan porak poranda. Tabah, tak semudah yang kau kira.
Tabah pada kehilangan, tabah pada
kepedihan, tabah pada penantian. Yakinlah masih ada limpah ruah harapan.
Harapan yang suatu saat menjadi kenyataan. Jika belum mampu menabahkan diri,
sekiranya kau masih mampu belajar dan berusaha mewujudkan.
By : Rena Kharisma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar