Jumat, 28 November 2014

Keliru

Pada langkah yang ke sekian,
Gerakmu semakin lincah mendampingiku
Aku hanya tahu tentang aku, kamu, dan kebersamaan kita meramu mimpi bersama
Angan yang kebanyakan orang tak mempercayainya
Bahkan seseorang yang mendampingimu itu, yang mungkin adalah tulang rusukmu.
Aku selalu menepis segala perasaan yang tumbuh subur detik demi detik, jerih demi jerih, susah payah kita membuktikan pada dunia bahwa kecemerlangan mimpi itu ada dan nyata

Setelah peluh telah sampai di musim kemarau
Ketika putus asa merajalela,
Aku tersedu,
"Masih ada harapan, jangan menyerah."
Begitu katamu seraya menepuk bahuku
Detik berikutnya, kau merengkuhku.
Luruh sudah segala ragu, ketakutanku pada lorong kegagalan terhenti.
Pada pelukanmu, teduh tercipta begitu syahdu
Aku ingin bersandar di sana, selamanya.
Tapi aku tahu,
Memilikimu dengan perasaan cinta menggebu hanya sebatas waktu yang selalu keliru.

Sidoarjo (16.44)

(Terinspirasi dari lagu Ruth Sahanaya - Keliru dari tema Friendzone)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik