Senin, 12 Januari 2015

Hujan di Awal Januari



Aku merasakan hujan
Ketika sepatumu sudah berlangkah-langkah menjauh dari pelataran
Aku kebingungan
Membedakan suara pergianmu dan air angkasa yang mulai riuh jatuh
Hanya terdiam, termangu...
Tubuhku seakan-akan boneka lilin yang leleh dalam kedinginan
sekaligus kaku mengamatimu berjalan

Tak ada kepergian yang menghangatkan
Perpisahan tak pernah jadi tungku untuk gemeletuk ketakutanku
Aku sudah tak punya bahu untuk meletakkan ringkih 

Tanah basah juga hatiku yang resah
Gemuruh meletup-letup dalam dada,
sepasang tanganku gemetaran menampung lengah
Namun aku tak bisa apa-apa
Selain berdoa. Menitipkan segala bahagia kita di sana
yang kau bawa pulang tanpa menggandengkan aku di kekar lenganmu
Kau tak lagi pernah datang

Hujan di awal Januari
Mengantarkan gelisah, mengabulkan beberapa mimpi menuju kenyataan yang sunyi
Dan kau,
hening yang dikabulkan rasa pedih.

Hujan di awal Januari...
Aku nyeri sendiri.

Tentang awal Januari, cuplikan perpisahan memisau dalam hujan. Aku membatin, "Aku benci hujan, selalu!"

(20.00) 
By: Rena Kharisma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik