Jumat, 18 Januari 2019

Hanya Mantan



Kau bercerita kepada sesiapa jika kita dulu sangat berbahagia tetapi karena aku yang salah akhirnya saling memilih berpisah.

Kau merasa turut andil dalam hidupku
padahal kehadiranmu tak seberapa lama 
bangga jika aku saat ini sudah lebih bahagia daripada bersamamu dulu
sebab merasa jika tak ada kau dulu maka aku tak sebahagia ini.

"Hey, bukankah aku bisa lebih bahagia saat ini karena sudah tak denganmu lagi? Itu artinya saat bersamamu aku tak begitu bahagia."

Seolah-olah kau adalah alasanku untuk tetap berdiri saat kau tinggal pergi 
Seakan-akan kau seseorang yang dikirim semesta untuk membuatku diuji
Lebih kuat atau sekarat?

"Hey, aku bisa lebih tegar karena orang-orang di sekitar yang masih ada untukku tanpa merasa besar. Mereka dan diriku sendiri yang jadi penyembuh, sesenang itukah kau pernah jadi sakit di hatiku?"

Sedangkan di sisi lain juga kau berkata pada sesiapa bahwa aku ini banyak kurang
bahwa aku seperti ini dan seperti itu

"Hey, kau hanya sebentar ada. Tak usah merasa paling tahu."

Kau mengenalku hanya sekejap lalu beranjak tapi begitu banyak berkisah yang tidak-tidak
di hadapan mereka kau berbangga jika telah membuatku berubah 
padahal aku tak pernah berubah oleh sebab itu ketika kau meminta berpisah aku setuju saja.

Sepertinya memang kau perlu membenahi pola pikirmu!
yang rancu karena egomu yang ketinggian itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik