Flash Fiction 2in1 @nulisbuku
Teristimewa
Di kamar ini aku masih terpekur
dalam dentingan waktu yang selalu saja mengejarku. Malam sudah semakin larut
dan aku menguap berkali-kali namun rasanya aku tak segera menutup malamku
dengan bermain di alam mimpi. Nada-nada di playlist laptopku masih mengalun
lirih mendendangkan lagu-lagu yang memiliki arti di setiap liriknya. Tanganku
tergerak mengambil sebuah album putih dengan motif hati berwarna merah. Aku
buka halaman pertamanya, ada nama kita terukir disana. Aku tersenyum
membacanya, kemudian ku tekuni satu persatu halamannya, ah wajah kita, wajahmu
yang selalu saja memenuhi pikiranku. Ekspresi tawa yang tiada dua, senyummu
selalu saja beda dan memberiku suntikan semangat. Aku senyum-senyum sendiri
larut dalam sebuah kisah yang ku buat sendiri dan kaulah nyawa di dalam kisahku
ini.
Di
akhir halamannya ada kertas berisikan puisi, tulisan tanganmu sendiri :
Endless
Love
Aku tak
ingin kisah ini menjadi elegi
Tawamu
dan senyummu wahai bidadari
Melumerkan
segala rasa gundah dan sedih
Aku
menyebut namamu di setiap rinduku, lirih
Wahai
bidadari jiwa
Janganlah
berpikir bahwa kisah kita akan sia-sia
Karena
aku akan selalu menjaganya
Karena
cinta kita tak akan pernah berakhir karena musnahnya jiwa
~Faiz
Oh,
pujaan hatiku. Ternyata kau juga menjadi seorang pujangga handal dalam kisahku.
Rinduku semakin tak terbendung, air mataku mulai luruh. Aku ingin bertemu
denganmu, sebentar lagi hariku bertambah umur tapi kau sedang merantau jauh
menuntut ilmu. Aku dekap album itu, mataku terpejam. Tiba-tiba gelap. Aku
mendengar pintu kamarku berdecit tanda bahwa ia terbuka. Aku gemetar, degup
jantungku mulai tak karuan. Setitik cahaya lilin menguak, aku melihat sosok
wajahmu di baliknya. “Happy Birthday to you,Happy Birthday to u,Happy
birthday,Happy Birthday Keyla.” Ah....ternyata itu benar kau membawa kue tart
dan senyum indah yang selalu ku damba. Aku menghambur mendekap lenganmu,
Oh...pangeranku, kau adalah yang selalu teristimewa untukku.
By : Rena Kharisma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar