Kamis, 18 Juli 2013

duet PUISI

ELEGIKU

Tengoklah waktu pada relung hati
Kau akan sadari bahwa aku adalah sebuah ironi
Ya, aku adalah ironi berlindung duri
Lalu, kau adalah elegi

Jadi ?
Untuk apa kita memadukan hati
Jika aku adalah ironimu dan kau adalah elegiku
Kita hanya akan menciptakan misteri yang belenggu

Hati kita akan hancur
Jika kau tak berusaha mundur
Tapakku sudah berlari
Menghindari cintamu yang sudah berseri

Wahai elegiku...
Akan ku pudarkan segala rona
Agar kau tak terjerat dan tak meletakkanku pada tahta utama
Wahai elegiku...

Segeralah hijrah...
Teruntuk : @puguh_48

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik