“Terus
gimana dong Dis?”
“Apa
kita jujur aja ke Nikas?”
“Dis
!”
“Kalian
bisa diem nggak sih? Aku juga bingung harus gimana sekarang? Bisa nggak, kalau
nggak ke aku aja nyari solusinya. Daridulu sampai sekarang kalau lagi ada
masalah kalian larinya ke aku, kalau udah runyam masalahnya aku yang
disalah-salahin.”
Siang
itu Gladis benar-benar emosi, terik mentari semakin membuat pikirannya semakin
ruwet tak karuan.
‘Hari
ini sial benget sih, udah ban mobil bocor padahal udah bangun kesiangan.
Dimarahin guru fisika gara-gara tugas ketinggalan di rumah. Ini lagi anak-anak
pada nanyain masalah yang nggak gua lakuin.’ Gladis menggerundel dalam hati.
“Ya,
maaf Dis. Kan elo bosnya disini?”
“Lo
kira gua mafia? Pake’ acara bos-bos segala.”
“Kan
elo yang paling sakti diantara kita.”
‘Lo
pikir gua Wiro Sableng apa?’ Gladis hanya membatin sembari melotot pada Stella
serta napas panjangnya berhembus tanda kesal.
Tiba-tiba
pintu kelas digedor sangat keras dari luar.
“Eh,
elo pada tanggung jawab. Uang gua lo taruhin buat nonton balapan. Sekarang
balikin!”
Stella
dan Disa dengan sigap bersembunyi di balik punggung Gladis.
“Tunggu,
tunggu Nggar. Nggak perlu emosi begitu lah, bisa dibicarain baik-baikan.”
Gladis yang sebenarnya gugup mencoba menimpali emosi Enggar dengan tenang.
“Lo
pikir konferensi meja bundar pake’ dibicarin baik-baik. Udah balikin sini duit
gua.”
“Oke,
kasih Stella sama Disa waktu buat balikin duit lo.”
“Nggak
pakai waktu-waktu an segala, itu duit buat bayar sekolah.” Enggar maju dua
langkah dan napasnya mampu bertabrakan dengan napas Gladis.
Gladis
semakin gugup saja karena ia berpikir Enggar akan melakukan kekerasan padanya.
“Atau
elo yang jadi penebus utang-utang temen lo!”
Plak!
“Jaga mulut lo!” Sebuah tamparan tepat mendarat di pipi Enggar.
“Kurang
ajar...” Tangan Enggar sudah mantap akan memukul Gladis
“Bisa
sopan sedikit nggak lo sama cewek?” Edo menyanggah tangan Enggar.
‘Edo,
elo lagi. Elo selalu datang disaat gua lagi terdesak. What a Bad day and good
day today!”
By : Rena Kharisma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar