Jumat, 29 November 2013

Menanti Sang Kekasih


Ada sorot tak tahu
Setia mengikuti tapakan kakimu
Berulang kali mengendus sisa jejakmu
Berulang kali pula tak pernah ia temukan kemanakah arah yang kau tuju

Ada was-was yang bersemayam bersama tunggu
Menerka-nerka dimanakah ragamu
Saat raganya pun hanya sendiri merunut waktu

Sering ia ditertawakan rindu
Namun karena ia masih malu-malu pun takut mengganggu
Akhirnya memendam saja sendu

Ia tak pernah ingin selalu mengadu
Diam adalah pilihannya paling lugu
Ia tak tega merayu
Pun merajuk padamu

Seorang gadis,
Menahan tangis
Menanti sang kekasih dengan detikan jam yang ia iris-iris

By : Rena Kharisma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik