Ada sorot tak tahu
Setia mengikuti tapakan kakimu
Berulang kali mengendus sisa jejakmu
Berulang kali pula tak pernah ia temukan kemanakah arah yang
kau tuju
Ada was-was yang bersemayam bersama tunggu
Menerka-nerka dimanakah ragamu
Saat raganya pun hanya sendiri merunut waktu
Sering ia ditertawakan rindu
Namun karena ia masih malu-malu pun takut mengganggu
Akhirnya memendam saja sendu
Ia tak pernah ingin selalu mengadu
Diam adalah pilihannya paling lugu
Ia tak tega merayu
Pun merajuk padamu
Seorang gadis,
Menahan tangis
Menanti sang kekasih dengan detikan jam yang ia iris-iris
By : Rena Kharisma
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar