Awal puisi ini tercipta ketika perkuliahan berlangsung. Saat salah satu kawan memintaku untuk membuat puisi. Ia berkata demikian "Ren, buatkan puisi tentang nakhoda. Intinya tentang nakhoda yang belum tahu arah tujuan lautan, dia tak mempersiapkan diri untuk berlayar. Ini tentang pemilihan calon pemimpin di Indonesia" Ya setidaknya seperti itu yang dia katakan. Disobeklah selembar kertas untukku. Penaku mulai beraksi di atasnya. Terciptalah puisi ini :
Pada samudera tersebut bahtera Nusantara
Linglung arah, sempoyongan cita
Nakhoda menengadah angkasa
Sayang, bisikan angin laut terabaikan
Amukan gelombang ombak dihiraukan
Hadangan terumbu karang luput dari jangkauan
Apa guna mercusuar memancar-mancar
Jika nakhoda pun berpura-pura buta
Buta peta, limbung arah
Seyogyanya taklukkan samudera, jinakkan angkasa
Memilih nakhoda hanya persoal voting suara
Memilah nakhoda hanya perkara siapa yang mampu berkuasa
Kurang lebih seperti itulah puisiku. Nah, setelah aku berikan kepada kawanku, ternyata ia bilang "Wih, sip Ren. Merinding aku bacanya, nanti aku postingin di blogku buat hadiah, kado untuk Indonesia." Aku kira atas namaku ternyata puisi yang aku beri dialihnamakan menjadi namanya. Cukup jengkel sih. Tapi ya mau bagaimana lagi, akhirnya aku putuskan untuk memostingkan puisiku ini di blog pribadi. Sekian dan terima kasih :)
Pada samudera tersebut bahtera Nusantara
Linglung arah, sempoyongan cita
Nakhoda menengadah angkasa
Sayang, bisikan angin laut terabaikan
Amukan gelombang ombak dihiraukan
Hadangan terumbu karang luput dari jangkauan
Apa guna mercusuar memancar-mancar
Jika nakhoda pun berpura-pura buta
Buta peta, limbung arah
Seyogyanya taklukkan samudera, jinakkan angkasa
Memilih nakhoda hanya persoal voting suara
Memilah nakhoda hanya perkara siapa yang mampu berkuasa
Kurang lebih seperti itulah puisiku. Nah, setelah aku berikan kepada kawanku, ternyata ia bilang "Wih, sip Ren. Merinding aku bacanya, nanti aku postingin di blogku buat hadiah, kado untuk Indonesia." Aku kira atas namaku ternyata puisi yang aku beri dialihnamakan menjadi namanya. Cukup jengkel sih. Tapi ya mau bagaimana lagi, akhirnya aku putuskan untuk memostingkan puisiku ini di blog pribadi. Sekian dan terima kasih :)
By : Rena Kharisma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar