Rabu, 04 Desember 2013

Sekadar Puisi Singkat

Kali ini aku akan berbagi beberapa puisi yang akhir-akhir ini sering sekali aku buat. Puisinya memang singkat-singkat namun aku pikir dapat memberikan sedikit kesegaran dan penampilan puisi yang pernah aku buat sebelumnya.


Ini adalah puisi perdana yang memelopori untuk puisi-puisi semacam ini di kemudian hari. Puisi ini aku buat ketika aku sedang jatuh cinta kembali pada seorang lelaki yang aku jumpai di acara #malampuisi ketiga di Oost cafe. Mungkin dia pula yang memberi semangat untukku membuat puisi-puisi lebih banyak lagi. Silakan tafsirkan sesuka nurani puisi-puisiku.


Puisi yang berlatar laptop dengan tampilan design cover buku ini aku buat setelah aku bertemu dengan lelaki yang aku sebutkan sebelumnya. Dia dengan sedia membantuku membuat cover buku untuk buku soloku perdana. Ya, bayangkan saja. Kamu bisa bersama-sama orang yang kau suka dan dengan senang hati ia membantu proyek yang sedang kau kerjakan. Foto ini aku ambil di cafe favoriteku di Sidoarjo (Kopi Bolodewe).


Sedangkan ini adalah puisi yang aku buat di memo tablet. Ya, coba lihat saja puisinya penuh dengan ronaan jatuh cinta. Memang aku sedang cinta dengan laki-laki yang aku sebutkan sebelumnya. Aku baru sadar, ketika sedang jatuh cinta puisi pun jadi begitu merona selayak bungan bermekaran.


Puisi diatas aku buat ketika akhirnya aku benar-benar jatuh hati pada pria yang aku sebutkan sebelumnya. Puisi ini aku buat setelah akhirnya dia menyatakan cinta kepadaku. Ah, hujan pun jadi terasa lebih indah. Beginilah jatuh cinta.

Puisi diatas dibuat di hari yang sama ketika aku akhirnya jatuh hati. Ya, di bulan November dengan musim hujannya. 

\
Baiklah, puisi selanjutnya aku buat ketika sedang merindukan lelaki yang aku sebutkan sebelumnya. Ketika itu dia sedang berada di kota Jakarta. Aku pikir memang penawar rindu hanya temu.


Ini dia waktunya meluruhkan rindu, puisi ini aku buat setelah akhirnya aku bertemu kembali dengan dia yang aku sebutkan sebelumnya. Dia mengajakku makan malam di salah satu restaurant di Surabaya. Dan sungguh tempat itu sungguh tempat yang sangat romantis menurutku. Lilin kecil pada setiap meja dengan lampu warna oranye yang terang namun cahayanya temaram. Ah, romantisnya...


Perbincangan hangat di hari ketika ketemu melepas rindu, inilah puisiku yang tercipta. Ada perasaan puas dengan kata-kata sederhana yang aku tulis diatas. Seakan-akan menjadi motivasi tersendiri untukku. Semoga memang aku dan dia adalah yang dicukupkan segalanya oleh Tuhan ketika bersama-sama :')


Sedangkan puisi diatas ini adalah serupa dengan puisi sebelumnya. Hanya saja pemilihan katanya yang berbeda dangan makna yang hampir sama atau malah memang sama.


Puisi singkat diatas aku buat ketika aku menemukan keteduhan pada senyuman lelaki yang kini sering aku perbincangkan. Ada pula damai yang aku rasakan ketika menatap matanya yang berkilat-kilat itu. Ya, dia memang muara dari segala damai.


Puisi diatas tercipta ketika akhirnya aku dan dia kencan pertama di malam minggu menjelang Desember. Di hadapan kami duduk ada seseorang yang mahir sekali membuat sketsa, kemudian stage kecil yang menyuguhkan live music. Malam minggu yang menakjubkan.


Foto diatas diambil di hari yang sama ketika kami bermalam mingguan. Ketika itu warna sepatu kami sepadan. Semoga memang takdir kita dijodohkan Tuhan. Amin :')




Ketiga perempuan diatas adalah kawan-kawanku yang mampu membuatku nyaman berbagi apa saja. Mungkin memang mereka pantas aku sebut sahabat. Foto ini diambil ketika aku sedang melunasi PJ (Pajak Jadian) dengan lelaki yang kini menjadi kekasihku. Kala itu kami berbagagi kisah, ada bahagia tersediri menyaksikan gelak tawa ketiga perempuan itu, rasanya haru sekali.

Nah, itulah beberapa puisi singkat berlatar gambar-gambar yang mewakili tiap kata yang aku cipta. Semoga aku masih mampu untuk terus berkarya dengan kata-kata sederhana namun penuh makna.

By : Rena Kharisma



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik