Rabu, 12 Februari 2014

Benar Benar Pergi


Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find their way

Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
'Cause heaven knows

                Berulang kali Riney memutar lagu yang dinyanyikan oleh Rick Price saat ia berada di dalam kereta api yang membawanya menuju kota kembang Bandung. Ia duduk sendiri, kereta sangat lengang waktu itu. Mp3 player dan lagu Heaven Knows yang menemaninya dengan setia. Tiba tiba seorang pemuda duduk di sampingnya setelah pemberhentian di salah satu stasiun kereta. Nampaknya laki laki itu sudah membeli tiket untuk kursi itu. Riney diam saja, ia masih sibuk melamun dan terenyuh oleh lagu yang ia putar berkali kali itu.
                “Maaf mbak, mau kemana?” Laki laki itu menegurnya.
                Riney melepas earphonenya. “Kenapa mas?”
                “Mbak mau kemana?” Laki laki itu mengulang pertanyaannya.
                “Saya mau ke Bandung.”
                “Oh, begitu. Nama saya Darma mbak.” Lelaki itu mengulurkan tangan
                “Riney.”
                Tanpa menjabat tangan laki laki itu, Riney menggantinya dengan senyuman manis disertai anggukan sopan dan melanjutkan tenggelam dalam kenangannya. Laki laki itu sepertinya juga mengerti jika Riney tak menginginkan banyak interaksi dengannya. Lelaki itu memutuskan untuk membaca buku yang dibawanya kemudian tertidur selama perjalanan.
                “Aku harus ke Bandung Ney.”
                “Untuk apa? Kenapa kamu ninggalin aku Ar. Bukankah kamu bilang kita akan sama sama terus?”
                “Ney, aku harus pergi. Maafkan aku.”
                Memori tentang perpisahan itu terkuak kembali di benak Riney, ia menangis lagi. Ia bertekad akan menemui cintanya di Bandung. Cintanya yang dengan terpaksa ia relakan pergi, lagu heaven knows masih saja terngiang di telingannya sampai tiba tiba terjadi guncangan cukup mengagetkan dari kereta. Riney yang bersandar di jendela sempat terbentur, lelaki di sebelahnya terbangun dan memunguti barang barangnya yang terjatuh. Di ekor mata Riney menangkap sesuatu.
                “Itu...” Ia menunjuk sebuah undangan.
                “Ini, undangan pernikahan saya mbak.” Lelaki itu memberikan sebuah pada Riney
                “Arkha Indah Putri.” Riney menangis.
                Ya, perempuan yang direlakannya pergi itu ternyata telah memilih untuk benar benar pergi.

My friends keep telling me
That if you really love her
You've gotta set her free
And if she returns in kind
I'll know she's mine
               
Lagu Rick Price masih mengalun hingga habis selayak pengharapan Riney yang telah bugis.
By : Rena Kharisma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik