Senin, 10 Maret 2014

Hai, Apa Kabar? Selamat Ulang Tahun!

          Tak ada yang lebih menggeramkan saat koneksi internet di semua gadgetku sungguh ‘ngadat’, memang lebih kurang hiburan yang menyenangkan adalah di sosial media. Malam itu, terpaksa aku harus mengandalkan laptop untuk sekadar mengechek bagaimana keadaan beberapa akun sosial media yang aku miliki. Salah satunya facebook. Biasanya setiap pagi aku akan selalu membukanya (kalau koneksinya lancar jaya) untuk melihat kolom acara dan mengetahui siapa saja yang berulang tahun hari itu. Kemudian mengucapkan ucapan selamat ulang tahun bagi teman-teman yang kukenal ataupun yang belum aku kenal tapi produktif sekali memberikan jempolnya pada setiap postinganku. Menurutku ini ritual yang menyenangkan. Meskipun tak ada kado istimewa yang aku berikan tapi menurutku sekadar memberikan ucapan “Happy Birthday”, “Selamat ulang tahun”, “Wish u all the best”, dan “Semoga panjang umur” adalah salah satu pengapresiasian pada hari yang bersejarah bagi mereka. Setidaknya kita mengingat hari sakral yang mereka miliki.
                Dan tepat tanggal sembilan Maret, di pemberitahuan bagian siapa saja yang berulang tahun saat itu hanya dua orang dan aku tak mengenal mereka. Ada yang aneh di sana, aku sempat membatin “Kenapa cuman dua saja yang sedang berulang tahun hari ini?”. Tapi setelah itu aku pikir biasa-biasa saja tapi entah mengapa ada intuisi yang mengatakan bahwa ada seseorang yang kukenal sedang berulang tahun hari itu. Aku memang seorang gadis yang senang sekali melupa atau memang kotak memoriku sempit sekali luasnya. Entahlah. Tapi aku tak ambil pusing soal itu. Aku menyibukkan diri kembali dengan hal lain.
                Hari ini, tanggal sepuluh Maret setelah berkuliah aku dan kedua sahabatku sepakat makan siang kemudian mengerjakan tugas kuliah di salah satu mall di dekat kampus. Biasanya kami berempat namun salah satu sahabat kami sedang sakit dan beristirahat di kampung halaman (semoga dia cepat sembuh). Tak ada yang aneh, gelak tawa masih tercipta diantara kami. Sesekali sibuk berdiskusi. Meskipun salah satu temanku sedikit menggalau ria persoal mantannya. Aha...mantan? Ya, aku diingatkan pula oleh salah satu sahabatku. “Say, kemarin siapa yang ulang tahun?” Hmm...aku sempat bingung dan berkata bahwa aku tak tahu. Aku juga tak terlalu memikirikannya, setahuku bulan Maret ini hanya ayahku saja yang akan berulang tahun. Lalu sahabatku berkata, “Oh, sudah bisa move on ternyata kamu.” Dari kata ‘move on’ aku langsung mengingat satu kata “mantan” ya ternyata mantanku yang pernah menjalin hubungan denganku selama tiga tahun itu kemarin berulang tahun. Yang ke berapa ya? Oh dua puluh satu mungkin, ah entahlah aku benar-benar lupa bahwa ia berulang tahun Maret ini. Jejaring sosialnya pun aku tak punya, ia yang sengaja menghindariku.
                Apa kabar kamu? Aku yakin kamu sudah pasti berbahagia dengan yang lainnya, dengan kehidupanmu sendiri. Salah satu sahabatku memberitahuku tentang foto mantanku itu yang merayakan ulang tahunnya bersama pujaan hati yang baru. Oh, bahagianya dia. Tak ada rasa sakit hati ataupun sesak di dada. Aku hanya memandangi dengan biasa saja, apakah aku sudah mati rasa? Entahlah. Kata seorang teman “Ya, begitu perempuan. Sudah move on berpuluh tahun juga bakal luluh kalau mantan tiba-tiba menanyakan kabar dan mulai perhatian.” Hmmm....mungkin hal ini suatu saat nanti terjadi padaku. Tapi ya sudahlah untuk apa terlalu diperdalam. Kata sahabatku aku pura-pura tegar padahal sama rapuhnya dengan mereka. Ya, di depan mereka aku memang menampakkan bahwa aku baik-baik saja karena memang itu yang aku rasakan. Aku akan baik-baik saja jika bersama mereka. Tak ada yang aku rekayasa. Aku tidak pura-pura, mungkin aku sudah belajar mengcover semuanya agar aku tak terlihat lemah.

                Ah, apa pun itu. Aku tahu tak akan ada habisnya jika membahas masa lalu yang pernah ada cinta yang tak tuntas dulu. Tak apa, life must go on kan? Oh iya, untukmu selamat berulang tahun ya. Meskipun telah ada pengalihan rasamu padaku untuk perempuan lain tak masalah bagiku. Aku masih mampu merangkum kisah kita dengan rapi meskipun hati dan perasaanku berantakan. Aku baik saja.
By : Rena Kharisma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik