Sabtu, 19 Juli 2014

Pintu Rumah

Sudah lewat tengah malam tapi tak ada satu pun suara kendaraan lalu-lalang bahkan satu ketukan pintu saja di rumahku tak ada. Aku masih menunggu kamu dengan hati berdebar-debar setiap waktu. Namun karena kamu sudah tak kunjung datang, akhirnya aku menanti siapa saja singgah mengetuk pintuku. Sekadar bertamu. Hanya itu. Malam ini aku baru sadar akan sesuatu ketika ada warna merah kebiruan berkobar menjalari pintu rumahku. "Ah, ada tamu." Batinku, aku membukanya. "Gubuk reot sebaiknya dibakar saja. Rona Merah sudah mati juga." Mereka bertamu tanpa nafsu. Mengiraku terbunuh oleh dua polisi tahun lalu. Ternyata aku tak lagi bertubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik