Bukalah jendela yang menyemesta di jelma kedua matamu
Senyum yang menungkukan dadaku
Pernah menghangat pada suatu saat
Sedang kita adalah aku dan kamu yang lukanya sama berat
Terbakar kayu-kayu lapuk kenangan di sudut ruangan
Mungkin kau menyebutnya perapian
Lalu aku yang menentang baramu di sana
Jangan sulut aku lagi dengan runtuh rindu di sela jemarimu
Bukankah aku yang pernah mengisinya dengan lentikan lugu
Jangan menjadi bumi bagiku
Sebab aku hanya menginginkanmu berotasi sesekali waktu
Mengertilah sedikit,
Ingatan kita sama-sama sengit
Jadi, berilah jeda bagi rasa kasih sayang yang tiada
habisnya
Akan kusuguhkan angkasa yang damainya raya
Bersabarlah sejenak,
Relakanlah jarak
Cannopus masih ingin meresapi sendiri
Merunuti pendar yang pernah kau beri
Terima kasih telah menjadi salah satu yang mengerti
Ingatlah Vega,
Catat dengan cahayamu, bahwa...
Cinta bukan api yang saling membarakan benci
Dan aku adalah bintangmu yang masih menyukai keberadaanmu
secara tahu diri
By : Rena Kharisma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar