Di sebuah pertemuan nanti, aku tak tahu bagaimana harus mewakili perasaan
Penantian dan tunggu yang kauingatkan, seperti hitungan mundur yang akan melesapkanku pada ketakutan
Setidaknya aku tak memungkiri perasaan yang hadir secara tiba-tiba
Tapi masih ada pundi-pundi kekhawatiran di dasar kebahagiaan
Jatuh cinta, seajaib itu memusnahkan hati yang patah
Jika nanti tatap muka jadi kita rayakan
Mungkin aku yang paling gugup dan kata-kata yang kuucapkan jadi canggung
Sebab aku hanya bisa meriah lewat sajak-sajak singkat
Dan masih ada banyak tentangmu yang harus jeli kulihat
Aku sudah lelah ditertawakan jatuh cinta sesaat
Padamu,
Jangan terlalu berharap apa-apa karena aku masih seorang yang bukan siapa-siapa
Penantian dan tunggu yang kauingatkan, seperti hitungan mundur yang akan melesapkanku pada ketakutan
Setidaknya aku tak memungkiri perasaan yang hadir secara tiba-tiba
Tapi masih ada pundi-pundi kekhawatiran di dasar kebahagiaan
Jatuh cinta, seajaib itu memusnahkan hati yang patah
Jika nanti tatap muka jadi kita rayakan
Mungkin aku yang paling gugup dan kata-kata yang kuucapkan jadi canggung
Sebab aku hanya bisa meriah lewat sajak-sajak singkat
Dan masih ada banyak tentangmu yang harus jeli kulihat
Aku sudah lelah ditertawakan jatuh cinta sesaat
Padamu,
Jangan terlalu berharap apa-apa karena aku masih seorang yang bukan siapa-siapa
Surabaya, 05.35
By:Rena Kharisma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar