Senin, 03 November 2014

Naluri Menantimu

Untuk Gi;

Pada jalanan-jalanan itu, aku ujarkan gelisah
Aku telah mampat dipukul jarak, rasanya ingin sudah
Aspal legan dan panjang rel kereta cukup membuatku trauma
Sekiranya kilometer itu bisa dipangkas, aku ingin melakukannya hingga tuntas

Tidak lagi kamu, seperti jalinan yang pernah ada. Sebenarnya aku tak ingin mengulang
Tapi perasaan ini muncul tanpa memedulikan apa-apa.
Hadir tiba-tiba
Meski luka masih basah.

Jatuh cinta memang luar biasa, menciptkan debar dengan sengaja walau belum pernah bertatap muka. Memaksaku tabah menunggumu tiba.

Bagiku, rasa ini tak bisa dipersalahkan. Meskipun aku khawatir rasa cinta ini terlahir prematur dan dengan tergesa. Mengantongi lemah, patah, jengah, dan resah.

Entahlah,
Tapi aku benar-benar ingin kau ada, di waktu mana saja. Silakan bertamu. Sebab aku tak tahu dari mana naluri menantimu terasa begitu mengutuhkanku.

Surabaya, 23.38
By: Rena Kharisma 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik