11.49
Matahari bertandang di langit MajaTiap teriknya rawang,
Menelaah tiap titah kuasa Gajah Mada
Sedang mendung mengundang dirinya sendiri
Seperti tapak kakimu yang tak diajak siapa-siapa
Singgah di sebuah istana dengan mandat rasa cinta
Sesampai gapura, hujan deras
Menyambut kedatanganmu
Dan aku menunggu di dalam pendopo Agung
Meronce pernak-pernik bahagia juga duka
Sebab tak ada cinta yang selamanya mengunggah satu rasa
Kita, anak manusia
Menari-nari di atas peninggalan sang Maha
Menuliskan kisah yang kelak jadi sejarah.

Di Pendopo Agung,kehadiranmu masih lengang yang tak bisa dibahasakan megah gapura hujan yang basah itu seakan-akan menderaku dengan pelbagai tanya tentang kita di ujung terka Tanah becek aku kecipakkan, berharap ada gelembung lumpur pecah dengan selisir pasir Bukan tanpa sebab gapura ini diwarna-hitamkanAku menduga bahwa gapura bernama Agung ini dibangun sebagai ucapan selamat datang bagi kesedihan.
Mojokerto, 30-01-2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar