Jumat, 30 Januari 2015

Hujan Deras di Pendopo Agung

11.49
Matahari bertandang di langit Maja
Tiap teriknya rawang,
Menelaah tiap titah kuasa Gajah Mada 
Sedang mendung mengundang dirinya sendiri 
Seperti tapak kakimu yang tak diajak siapa-siapa 
Singgah di sebuah istana dengan mandat rasa cinta 

Sesampai gapura, hujan deras
Menyambut kedatanganmu
Dan aku menunggu di dalam pendopo Agung
Meronce pernak-pernik bahagia juga duka
Sebab tak ada cinta yang selamanya mengunggah satu rasa

Kita, anak manusia 
Menari-nari di atas peninggalan sang Maha 
Menuliskan kisah yang kelak jadi sejarah.





Di Pendopo Agung,kehadiranmu masih lengang yang tak bisa dibahasakan megah gapura hujan yang basah itu seakan-akan menderaku dengan pelbagai tanya tentang kita di ujung terka Tanah becek aku kecipakkan, berharap ada gelembung lumpur pecah dengan selisir pasir Bukan tanpa sebab gapura ini diwarna-hitamkanAku menduga bahwa gapura bernama Agung ini dibangun sebagai ucapan selamat datang bagi kesedihan.


Mojokerto, 30-01-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik