Kepada: @TanpaAksara
Hallo Ful,
Sudah
lama tidak bertegur sapa denganmu, akun twittermu juga jarang sekali muncul di
lini masa. Kamu baik-baik saja, kan? Apa kabar libur semester gasal? Kamu pasti
tidak pulang ke kampung halaman, iya kan? Lalu liburan kali ini kamu isi dengan
kegiatan apa? Tidak kangen kampung halamanmu yang menakjubkan indahnya itu?
Ah,
maafkan pembuka surat ini aku banyak bertanya. Sepertinya daridulu ketika awal berkenalan
masih banyak pertanyaan yang ingin aku utarakan kepadamu. Ngomong-ngomong kamu
masih ingat bagaimana kita bertemu? Aku sempat ingin tertawa jika mengingatnya
kembali. Di sebuah halte ketika hujan itu pertama kali kita bertemu kemudian
menghadiri acara gathering fiksimini di perpustakaan Bank Indonesia. Semoga
kamu masih ingat teman dari perantauan jauh, Jepara. Kalau tidak malu merengek,
aku ingin merengek seperti anak kecil yang ingin diberikan mainan biar kamu
membawaku ke sana. Provinsi yang hanya aku ingat sebagai penghasil ukiran epik
dan kelahiran Ibu Kartini. Padahal aku yakin masih banyak keindahan di Jepara.
Seperti foto yang waktu itu sempat mampir di timelineku.
Apakah Jepara
sejelita itu, Ful? Jangan jawab iya atau tidak. Karena pasti aku menginginkan
penjabaran dan melihat secara langsung. Setidaknya aku senang mengenalmu
meskipun sepertinya kamu seorang yang pemalu.
Aku sudahi
saja suratku ini, kapan-kapan bolehlah kita bertemu lagi dan berdiskusi soal
sastra dan ceritakan aku juga tentang perempuan yang kamu bawa ketika malam
puisi waktu itu.

Bagus kak suratnya :)
BalasHapus