Rindu ini, menyublim dalam ruang-ruang yang kukenali sebagai ketidakhadiran
Datang dari air mata, milikku
Mungkin juga milikmu
Aku perkenankan kau masuk dalam ruangan itu
Tapi,
Kau adalah kosong dan sepi nyatanya aku
Perasaan tak pernah punya gengsi untuk mengakui namun bibir punya sihir lebih jeli untuk membuatku selalu mengingkari
Rindu ini, kupersembahkan untukmu yang sekalipun tak pernah mengundang temu
Rindu ini, entah kau mengetahui atau akan tetap bersembunyi
Sejahil-jahilnya rindu ini pasti punya arti lebih dari yang kuingini
20.01.2015 (00.20)
Datang dari air mata, milikku
Mungkin juga milikmu
Aku perkenankan kau masuk dalam ruangan itu
Tapi,
Kau adalah kosong dan sepi nyatanya aku
Perasaan tak pernah punya gengsi untuk mengakui namun bibir punya sihir lebih jeli untuk membuatku selalu mengingkari
Rindu ini, kupersembahkan untukmu yang sekalipun tak pernah mengundang temu
Rindu ini, entah kau mengetahui atau akan tetap bersembunyi
Sejahil-jahilnya rindu ini pasti punya arti lebih dari yang kuingini
20.01.2015 (00.20)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar