Untuk kesedihan yang masih kaupelihara,
Jika duka masih belum mampu kauterima, berilah sedikit luka itu kepadaku
atau bahkan semuanya...
Aku akan berusaha menanggungnya tanpa menyiksa ragaku yang ringkih akibat lara
dan air mata tak pernah aku izinkan jatuh di hadapanmu meski telah menggenang begitu banjir
Di, hidup yang kaumiliki belum sebatang kara
Bila memang keterkejutan atas kehilanganmu itu belum juga sirna, belajarlah merela...
Balur dengan khidmat doa-doa
Di, aku ingin mencukupkan kesedihanmu
memenuhi yang sempat hilang dalam dirimu
Jika memang kebahagiaan adalah satu-satunya cara untukmu lupa akan duka
Ambillah segala bahagia yang kupunya, tak apa...
Tapi Di,
bahagia itu...
bermuasal dan bermuara pada dirimu sendiri
Aku tak lebih bisa apa-apa daripada nuranimu yang menuntun menuju bahagiamu yang baru
Ciptakanlah bahagiamu sendiri
Aku mohon makamkan pelbagai sedihmu itu bersama apa yang telah pergi
Relakanlah ketakbersamaan mereka denganmu
Semua punya masanya, Di
Aku mungkin hanya dijadikan perantara untuk menggempitakan kembali gairah hidupmu
Namun aku pun masih sama lukanya sepertimu. Biarlah...
Biar kupendam-pendam sendiri lara yang kupunya
Kali ini bahagaimu ialah prioritas utama
Jangan pelihara luka, tidakkah kau ingin mengobatinya?
Jika duka masih belum mampu kauterima, berilah sedikit luka itu kepadaku
atau bahkan semuanya...
Aku akan berusaha menanggungnya tanpa menyiksa ragaku yang ringkih akibat lara
dan air mata tak pernah aku izinkan jatuh di hadapanmu meski telah menggenang begitu banjir
Di, hidup yang kaumiliki belum sebatang kara
Bila memang keterkejutan atas kehilanganmu itu belum juga sirna, belajarlah merela...
Balur dengan khidmat doa-doa
Di, aku ingin mencukupkan kesedihanmu
memenuhi yang sempat hilang dalam dirimu
Jika memang kebahagiaan adalah satu-satunya cara untukmu lupa akan duka
Ambillah segala bahagia yang kupunya, tak apa...
Tapi Di,
bahagia itu...
bermuasal dan bermuara pada dirimu sendiri
Aku tak lebih bisa apa-apa daripada nuranimu yang menuntun menuju bahagiamu yang baru
Ciptakanlah bahagiamu sendiri
Aku mohon makamkan pelbagai sedihmu itu bersama apa yang telah pergi
Relakanlah ketakbersamaan mereka denganmu
Semua punya masanya, Di
Aku mungkin hanya dijadikan perantara untuk menggempitakan kembali gairah hidupmu
Namun aku pun masih sama lukanya sepertimu. Biarlah...
Biar kupendam-pendam sendiri lara yang kupunya
Kali ini bahagaimu ialah prioritas utama
Jangan pelihara luka, tidakkah kau ingin mengobatinya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar