Senin, 06 April 2015

Senja di Panggung Terbuka

Sebuah kampus, pernah membuat kami mampus oleh tugas-tugas yang rakus
Memeras otak-otak yang belum sepenuhnya mengerti tentang dekte-dekte di mimbar guru besar
Tapi kali ini, sore ini
Senja yang mendung dan tak mengizinkan senjanya tertampung
Entah, aku merasa bahagia
Tawa pecah begitu saja, seperti tembok-tembok yang diruntuhkan dari durjana

Sebuah panggung terbuka,
Di sanalah aku, kau, dan kalian seperti ilmuwan yang menertawakan keformalan
Mengumpat-umpat leluasa meski sebenarnya jengah

Tapi aku,
Begitu senang dengan gelak yang tak tertebak
Ah, kalian
Seandainya kita mampu selepas ini ketika duduk di bangku kelas

Tapi mana mungkin,
sebab aku tahu tentang pandir-pandir yang acap bercakap tapi tak punya pikiran yang cakap
Mana bisa kita disamakan dengan orang-orang itu?
Kita berbeda,
Beda yang begitu istimewa...

Senja yang mendung di panggung terbuka, aku bahagia dengan gelak tawa bersama mereka 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik