Kamis, 21 Mei 2015

Sisa Sajak Dua Puluh Mei

Aku senang kau mendatangi perayaan di bulan Mei
Aku senang meski bukan raga, bukan kata, bukan juga nyawa yang hadir dari dirimu
Kau pun tahu jika ingatan masih sangat setia mengabadikanmu dalam kepala
Tak apa jika kau lupa

Aku ingat waktu itu tanggal dua puluh dan puncak-puncak amarah meluruh
sedang doa-doa kuterbangkan, lepas landas di sepasang telapak tangan
tanpa pengaminanmu
Kebahagiaanku masih memiliki sayap sendiri yang cukup kukuh untuk sampai pada kahyangan di atas langit sana
Mengepakkan pelbagai kebaikan, bersahabat dengan angin yang legawa

Setelah malam jatuh dan menunggumu menjadi begitu jemu
Aku nyalakan lilin terakhir dengan nyala api tak begitu terang
Namun tak ada niat baik yang tak memiliki pengabulan benderang
Hingga tengah malam makin larut,
Tiada lagi yang singgah darimu di diriku

Aku senang kau bertandang
Meski hanya sebagai kenangan yang tak lekang

Surabaya, 23.43
20.05.2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik