Aku senang kau mendatangi perayaan di bulan Mei
Aku senang meski bukan raga, bukan kata, bukan juga nyawa yang
hadir dari dirimu
Kau pun tahu jika ingatan masih sangat setia mengabadikanmu dalam
kepala
Tak apa jika kau lupa
Aku ingat waktu itu tanggal dua puluh dan puncak-puncak
amarah meluruh
sedang doa-doa kuterbangkan, lepas landas di sepasang
telapak tangan
tanpa pengaminanmu
Kebahagiaanku masih memiliki sayap sendiri yang cukup kukuh
untuk sampai pada kahyangan di atas langit sana
Mengepakkan pelbagai kebaikan, bersahabat dengan angin yang
legawa
Setelah malam jatuh dan menunggumu menjadi begitu jemu
Aku nyalakan lilin terakhir dengan nyala api tak begitu
terang
Namun tak ada niat baik yang tak memiliki pengabulan
benderang
Hingga tengah malam makin larut,
Tiada lagi yang singgah darimu di diriku
Aku senang kau bertandang
Meski hanya sebagai kenangan yang tak lekang
Surabaya, 23.43
20.05.2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar