Kamis, 17 September 2015

Jatuh Cintalah, Sebab Itu Manusiawi


Bagaimana bisa kau mencintai seseorang dengan tanpa tatap muka apalagi pernah berjabat tangan mesra? Fantasi dan khayalan dalam kepala tentangnya pasti begitu menawan, seakan-akan dia ialah seorang yang paling didambakan. Tapi cinta, begitu menyilaukan begitu memesona. Hingga jatuh cinta pun kau akan lupa bagaimana nanti rasa jatuhnya, tak peduli jika nanti hati akan patah, dan segala waktu yang kauluangkan untuknya jadi sia.
Mencintai memang begitu menyenangkan, sekalipun tak mendapat kepedulian atau balasan. Meski memang terkadang sungguh menggalaukan; cinta tak terbalaskan. Namun kau akan dikenalkan perihal bahagia saat mencintai seseorang atau apapun yang bisa kaucintai. Akan ada rasa nyaman yang disuguhkan dan satu lagi hal bernama gairah. Kau akan merasa begitu bersemangat melakukan rutinitas, tubuhmu akan disuntiki semangat yang menggebu-gebu, segala hal yang kaulakukan menjadi suka cita yang teramat. Tetapi juga sebaliknya, kau bisa merasa begitu termenung, melamun, dan tak lagi bisa berkonsentrasi. Sialnya lagi, kau tak bisa memilih antara keduanya. Sebab kedua perasaan yang bertolak belakang itu terjadi bergantian bahkan bersamaan. 
Nikmatilah, jatuh cinta juga proses; manusiawi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik