yang membacaku dengan puisinya atau aku yang memuisikannya sedalam rasa kasih.
Sebab kau kekasihku, aku enggan jadi peduli pada setiap hati lain yang menginginkanku
Sebab kau kekasihku, sudah berkali kutepiskan rindu untuk hari lampau kecuali rindu yang bermuara pada kau.
Mungkin hari-hari ketika lisanku begitu mudah menyakiti hati milikmu adalah saat sebenar-benar aku takut kehilanganmu
Cemas jika kelak kau memilih untuk tak lagi bersamaku
Hanya saja aku, kekasih yang lebih mahir menjadi seorang tak pandai berterus terang
Kekasih, jika maaf tak cukup juga bagimu
Terkadang aku yang ingin lepas dari genggamanmu
Beberapa pikiran dalam kepalamu sungguh tak mampu kurengkuh
atau hal-hal lain yang tak pernah jadi pas di diriku atas dirimu
Namun, aku ingin tetap denganmu hingga saat ini
Sebab kau kekasihku,
padamkanlah amarah di dalammu perihalku
mengungkit yang membuat sakit tak akan menjadikan kita selamanya.
Sebab kau kekasihku,
aku ingin menjadikanmu selalu ada sebagai alasan yang membahagiakan.
Sebab kau kekasihku, aku enggan jadi peduli pada setiap hati lain yang menginginkanku
Sebab kau kekasihku, sudah berkali kutepiskan rindu untuk hari lampau kecuali rindu yang bermuara pada kau.
Mungkin hari-hari ketika lisanku begitu mudah menyakiti hati milikmu adalah saat sebenar-benar aku takut kehilanganmu
Cemas jika kelak kau memilih untuk tak lagi bersamaku
Hanya saja aku, kekasih yang lebih mahir menjadi seorang tak pandai berterus terang
Kekasih, jika maaf tak cukup juga bagimu
Terkadang aku yang ingin lepas dari genggamanmu
Beberapa pikiran dalam kepalamu sungguh tak mampu kurengkuh
atau hal-hal lain yang tak pernah jadi pas di diriku atas dirimu
Namun, aku ingin tetap denganmu hingga saat ini
Sebab kau kekasihku,
padamkanlah amarah di dalammu perihalku
mengungkit yang membuat sakit tak akan menjadikan kita selamanya.
Sebab kau kekasihku,
aku ingin menjadikanmu selalu ada sebagai alasan yang membahagiakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar