Kamis, 27 Oktober 2016

Menuang Kenang-Kenang

Jam dinding telah berdentang berapa kali?
Arloji di pergelangan tangan kian lekat
Merantai gemuruh detak dan detik
Jantungku tetap degup dengan ruang tunggu yang berjubal penuh masa lampau

Di mana harus kuletakkan rindu sederas hujan sore tadi?
Sedang langit acuh tak acuh tentang mendung; mendung milik mataku atau milikmu

Tik tak tik tok... Tik tak tik tok...
Begitu seterusnya duniaku berjalan
Lambat, cepat, bahkan menuju tamat
berharap menemukan sepasang langkah kaki yang iring
tak mendahului atau tak menjadi pengecut di belakangku

Semenjak hadir dan perginya pelbagai jenis jejak kaki laki-laki
Hanya kutuang kenangan perlahan
Meneguknya lamat-lamat; sebagai wujud aku bertahan
Menampik gaduh rasa sepi
pun menyangkali kosong sedalam-dalam hati
Kutebar semoga biar yang telah hilang kembali diulang
dengan atau tanpa cinta yang sama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik