1. There’s One Thing You Should Know
– Afternoon Talk
Lagu dari band indie ini saya
ketahui dari salah satu mantan kekasih, dia mengirimkannya hmm… seingat saya
malam hari setelah dia berkunjung ke rumah. Lalu setelah saya dengarkan, saya
langsung jatuh hati dengan semua komponen dalam lagu tersebut. Kemudian saya
ulas sedikit lagu ini di blog saya beserta perasaan yang masih melekat di sana,
tentang mantan kekasih saya itu, dan perasaan saya terhadap lagu dan band indie
tersebut. Saya ingat menulisakannya pada pagi hari ketika bangun tidur dan
merasa udara pagi masih begitu mesra. Ah, saya ingat juga bahwa sebelum
menuliskan ulasan tersebut, malam itu dia duduk di pangkuan saya dan berkata, “Aku
iri dengan mantan-mantanmu, aku iri dengan tulisan-tulisan yang ada di blogmu.”
Aku tanya kenapa dia menjawab, “Karena mereka sudah bisa kamu tulisakan, dan
aku ingin seperti mereka, ingin kamu menuliskan tentang aku.” Lalu terciptalah
ulasan di blog saya pada pagi harinya dan benar seperti yang dia ingin, selain
aku menuliskannya dia juga menjadi mantan saya.
If I were with you, I’ll hug you through a rainy day
If I were with you, we’ll watch oldies movies until it’s late
If I were with you, I’ll never ever make you sad
If I were with you, we’ll watch oldies movies until it’s late
If I were with you, I’ll never ever make you sad
2. Hyperballad – Mocca
Lagu-lagu dari Mocca memang
nyaman untuk didengarkan, begitu manis. Tapi yang berjudul Hyper Ballad lebih
bisa mencuri kenyamanan saya mendengar. Masih sama, lagu ini juga kuketahui
dari mantan kekasih saya yang sempat saya ulas beserta lagu dari Afternoon
Talk, ketika saya renungkan ternyata selera musiknya ‘boleh juga’ tapi sudahlah
itu hanya masa lalu saja. Lagu ini tidak sepenuhnya mengenangkan saya tentang mantan
kekasih saya yang satu ini namun ketika saya butuh penyemangat ketika pagi hari
terasa amat lesu saya mendengarkan lagu ini dan membayangkan akan ada seseorang
yang membawa saya lebih bahagia dari hari-hari sebelumnya juga tak sementara.
I go through all this
Before you wake me up
So I can feel happier
To be safe up here with you
Before you wake me up
So I can feel happier
To be safe up here with you
3. Drag Me Down – One Direction
Saya ingat betul, lagu ini
berulang kali diputar di mobil kawan saya ketika kami sedang melakukan
perjalanan menuju kolam renang di sebuah resort. Kemudian setelah puas berenang
kami kembali mengulang-ulang lagu ini di mobil dan merekam tingkah kami yang “jingkrak-jingkrak”
dengan action camera. Seakan-akan menggambarkan bahwa kita memang sedang merasa
begitu kuat “merasa sendirian” dan saat ini saya lebih merasa sendirian karena
kawan saya yang satu ini sudah merantau ke ibukota dan kami sudah jarang
bertemu, tak bisa lagi menghabiskan waktu dengan suka ria dan kegialaan.
Nobody, nobody
Nobody can drag me down
Nobody, nobody
Nobody can drag me down
4. Jakarta Ramai – Maudy Ayunda
Lagu dari aktris idola saya ini
seperti ajang penyaluran bakat kecil-kecilan, waktu itu sedang ada kuis di
salah satu radio Surabaya yaitu mengcover lagu ini dengan aransemen yang
berbeda. Saya dan kawan saya yang saat ini merantau di ibukota ini iseng
mengukuti kuis tersebut karena sebelum ini pun kami sering mengcover lagu.
Setidaknya kegiatan yang kami lakukan tidak hanya “begitu-begitu saja”.
Meskipun kami menganggapnya iseng toh akhirnya kami berdua memiliki keyakinan
bahwa nanti akan jadi salah satu pemenangnya. Saya ingat kami mengcover lagu
tersebut di dalam mobil, di lokasi yang sering dibuat untuk latihan menyetir
mobil. Kami “take” berkali-kali dengan aransemen yang berbeda-beda lalu saya
mengedit videonya dengan sederhana lalu mempostingnya di instgramnya tepat
seperti peraturan yang diadakan radio tersebut dan WALLLA…. keyakinan kami berdua
pun dikabulkan, kami menjadi salah satu pemenangnya. Hadiahnya waktu itu kamera
polaroid warna kuning.
Jakarta ramai
Hati ku sepi
Jangan kau tanya
Mengapa sedih
Hati ku sepi
Jangan kau tanya
Mengapa sedih
5. Selamat Ulang Tahun – Dewi Lestari
Lagu ini membawaku jauh ke masa
ketika sedang patah hati yang cintanya masih monyet. Ya, kelas 3 SMP. Waktu itu
saya sudah putus dan ditinggalkan mantan kekasih saya ke luar kota untuk
melanjutkan sekolahnya. Dia memutuskan untuk memilih sekolah pesantren dan
tinggal beberapa tahun di sana. Lagu ini saya ulas di catatan facebook waktu
itu tepat ketika hari itu adalah hari ulang tahunnya. Saya pun tahu bahwa dia
tak akan segera pulang seperti lirik di lagu ini, ucapan selamat ulang tahun
saya tak pernah sampai padanya hari itu hingga akhirnya saya benar-benar rela
melepas dia beserta rasa cinta yang ada.
Ribuan detik kuhabisi
Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti?
Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti?
6. Curhat Buat Sahabat – Dewi Lestari
Ibu suri Dee selalu berhasil
memikat hati saya untuk membaca dan mendengar apa yang ia tuliskan.
Lagu-lagunya begitu lembut dan menyentuh. Lagu ini adalah salah satu soundtrack
sandiwara radio yang pernah saya buat semasa kuliah, menceritakan tentang
persahabatan dan cinta yang tak pernah tergapai inginnya. Lagu Curhat Buat
Sahabat ini juga seperti soundtrack bagi kehidupan saya dan sahabat saya,
meskipun sahabat saya perempuan bukan tepat seperti yang diceritakan oleh ibu
suri di lagu ini. Sebab saya juga ….ingin
diam duduk di tempatku menanti seorang yang biasa saja setelah perjalanan
yang melelahkan mencari dan menunggui tambatan hati yang tak juga sampai atau
usai.
Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:
Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini
Izinkan aku bercerita:
Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini
7. Cinta Terbaik – Cassandra
Jujur saja, awalnya saya tak
menyukai lagu ini. Tapi akhirnya lagu ini memiliki kenangan juga semasa saya
magang di salah satu sekolah negeri di Mojokerto. Kali itu, kami tim pengajar
dari universitas dimandati untuk mengisi acara. Saya beserta rekan-rekan satu
tim pengajar bersepakat bahwa akan membawakan penampilan band dan saya yang
menjadi vokalisnya. Rekan saya meminta saya menyayikan lagu ini yang katanya
waktu itu adalah ‘lagu wajib’, saya terang-terangan menolak. Namun dengan berbagai
alasan, lagu itu saya nyanyikan juga dan betapa saya takjub ketika pada hari
kami tampil siswa-siswa di sana bertepuk tangan dengan sangat meriah. Selain
kenangan itu, lagu ini ternyata memang mewakili perasaan saya pada banyak hati
yang tak sempat saya miliki.
Meski ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meski ku bukan bintang di langit
Tapi cintamu yang terbaik






Tidak ada komentar:
Posting Komentar