Kamis, 03 Agustus 2017

7 Lagu di Balik Penggalan Kisahku

1. There’s One Thing You Should Know – Afternoon Talk
Lagu dari band indie ini saya ketahui dari salah satu mantan kekasih, dia mengirimkannya hmm… seingat saya malam hari setelah dia berkunjung ke rumah. Lalu setelah saya dengarkan, saya langsung jatuh hati dengan semua komponen dalam lagu tersebut. Kemudian saya ulas sedikit lagu ini di blog saya beserta perasaan yang masih melekat di sana, tentang mantan kekasih saya itu, dan perasaan saya terhadap lagu dan band indie tersebut. Saya ingat menulisakannya pada pagi hari ketika bangun tidur dan merasa udara pagi masih begitu mesra. Ah, saya ingat juga bahwa sebelum menuliskan ulasan tersebut, malam itu dia duduk di pangkuan saya dan berkata, “Aku iri dengan mantan-mantanmu, aku iri dengan tulisan-tulisan yang ada di blogmu.” Aku tanya kenapa dia menjawab, “Karena mereka sudah bisa kamu tulisakan, dan aku ingin seperti mereka, ingin kamu menuliskan tentang aku.” Lalu terciptalah ulasan di blog saya pada pagi harinya dan benar seperti yang dia ingin, selain aku menuliskannya dia juga menjadi mantan saya.

If I were with you, I’ll hug you through a rainy day
If I were with you, we’ll watch oldies movies until it’s late
If I were with you, I’ll never ever make you sad
 


2. Hyperballad – Mocca
Lagu-lagu dari Mocca memang nyaman untuk didengarkan, begitu manis. Tapi yang berjudul Hyper Ballad lebih bisa mencuri kenyamanan saya mendengar. Masih sama, lagu ini juga kuketahui dari mantan kekasih saya yang sempat saya ulas beserta lagu dari Afternoon Talk, ketika saya renungkan ternyata selera musiknya ‘boleh juga’ tapi sudahlah itu hanya masa lalu saja. Lagu ini tidak sepenuhnya mengenangkan saya tentang mantan kekasih saya yang satu ini namun ketika saya butuh penyemangat ketika pagi hari terasa amat lesu saya mendengarkan lagu ini dan membayangkan akan ada seseorang yang membawa saya lebih bahagia dari hari-hari sebelumnya juga tak sementara.

I go through all this
Before you wake me up
So I can feel happier
To be safe up here with you
 


3. Drag Me Down – One Direction
Saya ingat betul, lagu ini berulang kali diputar di mobil kawan saya ketika kami sedang melakukan perjalanan menuju kolam renang di sebuah resort. Kemudian setelah puas berenang kami kembali mengulang-ulang lagu ini di mobil dan merekam tingkah kami yang “jingkrak-jingkrak” dengan action camera. Seakan-akan menggambarkan bahwa kita memang sedang merasa begitu kuat “merasa sendirian” dan saat ini saya lebih merasa sendirian karena kawan saya yang satu ini sudah merantau ke ibukota dan kami sudah jarang bertemu, tak bisa lagi menghabiskan waktu dengan suka ria dan kegialaan.

Nobody, nobody 
Nobody can drag me down
 Nobody, nobody
 Nobody can drag me down



4. Jakarta Ramai – Maudy Ayunda
Lagu dari aktris idola saya ini seperti ajang penyaluran bakat kecil-kecilan, waktu itu sedang ada kuis di salah satu radio Surabaya yaitu mengcover lagu ini dengan aransemen yang berbeda. Saya dan kawan saya yang saat ini merantau di ibukota ini iseng mengukuti kuis tersebut karena sebelum ini pun kami sering mengcover lagu. Setidaknya kegiatan yang kami lakukan tidak hanya “begitu-begitu saja”. Meskipun kami menganggapnya iseng toh akhirnya kami berdua memiliki keyakinan bahwa nanti akan jadi salah satu pemenangnya. Saya ingat kami mengcover lagu tersebut di dalam mobil, di lokasi yang sering dibuat untuk latihan menyetir mobil. Kami “take” berkali-kali dengan aransemen yang berbeda-beda lalu saya mengedit videonya dengan sederhana lalu mempostingnya di instgramnya tepat seperti peraturan yang diadakan radio tersebut dan WALLLA…. keyakinan kami berdua pun dikabulkan, kami menjadi salah satu pemenangnya. Hadiahnya waktu itu kamera polaroid warna kuning.

Jakarta ramai
Hati ku sepi
Jangan kau tanya
Mengapa sedih



5. Selamat  Ulang Tahun – Dewi Lestari
Lagu ini membawaku jauh ke masa ketika sedang patah hati yang cintanya masih monyet. Ya, kelas 3 SMP. Waktu itu saya sudah putus dan ditinggalkan mantan kekasih saya ke luar kota untuk melanjutkan sekolahnya. Dia memutuskan untuk memilih sekolah pesantren dan tinggal beberapa tahun di sana. Lagu ini saya ulas di catatan facebook waktu itu tepat ketika hari itu adalah hari ulang tahunnya. Saya pun tahu bahwa dia tak akan segera pulang seperti lirik di lagu ini, ucapan selamat ulang tahun saya tak pernah sampai padanya hari itu hingga akhirnya saya benar-benar rela melepas dia beserta rasa cinta yang ada.

Ribuan detik kuhabisi
Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti?



6. Curhat Buat Sahabat – Dewi Lestari
Ibu suri Dee selalu berhasil memikat hati saya untuk membaca dan mendengar apa yang ia tuliskan. Lagu-lagunya begitu lembut dan menyentuh. Lagu ini adalah salah satu soundtrack sandiwara radio yang pernah saya buat semasa kuliah, menceritakan tentang persahabatan dan cinta yang tak pernah tergapai inginnya. Lagu Curhat Buat Sahabat ini juga seperti soundtrack bagi kehidupan saya dan sahabat saya, meskipun sahabat saya perempuan bukan tepat seperti yang diceritakan oleh ibu suri di lagu ini. Sebab saya juga ….ingin diam duduk di tempatku menanti seorang yang biasa saja setelah perjalanan yang melelahkan mencari dan menunggui tambatan hati yang tak juga sampai atau usai.

Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:
Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini



7. Cinta Terbaik – Cassandra
Jujur saja, awalnya saya tak menyukai lagu ini. Tapi akhirnya lagu ini memiliki kenangan juga semasa saya magang di salah satu sekolah negeri di Mojokerto. Kali itu, kami tim pengajar dari universitas dimandati untuk mengisi acara. Saya beserta rekan-rekan satu tim pengajar bersepakat bahwa akan membawakan penampilan band dan saya yang menjadi vokalisnya. Rekan saya meminta saya menyayikan lagu ini yang katanya waktu itu adalah ‘lagu wajib’, saya terang-terangan menolak. Namun dengan berbagai alasan, lagu itu saya nyanyikan juga dan betapa saya takjub ketika pada hari kami tampil siswa-siswa di sana bertepuk tangan dengan sangat meriah. Selain kenangan itu, lagu ini ternyata memang mewakili perasaan saya pada banyak hati yang tak sempat saya miliki.

Meski ku bukan yang pertama di hatimu 
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meski ku bukan bintang di langit
 Tapi cintamu yang terbaik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik