Malam seperti tak cepat habis
meski dinginnya kauhirup dan embus dalam kesadaran yang menipis
dalam dengkurmu di pembaringan
yang pada seperempat sunyi, selimutnya berantakan
Di tubuhmu aku ingin rebah
dan sedikit kuletuskan desah
menggantikan ranjang yang membosankan
Kesepian adalah gelap
tak mampu sempurna kuubah
meski bintang-bintang gemerlap
Di kamarmu, aku menjelma angkasa
Sembunyikan aku di selip lelap
jadikan aku mimpi, igau, atau apapun yang tiap malam selalu bersama engkau
bahkan setelah sadar telah memudar
Di hari-hari berikutnya
di balik bilik berbeda ataupun sama
jangan pernah lupa
pintu di kamarmu bisa sewaktu-waktu terbuka
jangan sampai kita celaka
Sda, 01.37

Tidak ada komentar:
Posting Komentar