Selasa, 26 November 2013

Malam Puisi Surabaya

               
#CUK (Cerita Untuk Kita) adalah buku perdana yang aku miliki setelah bergabung dengan #malampuisi Surabaya.
                Awal pertemuan dengan yang sering kusebut sebagai “kakak-kakak kece” adalah dari perkenalan dengan admin Stand Up Comedy Unesa di timeline twitter. Aku sering ikutan mention nyamber tweet-tweetnya hingga pada suatu hari aku memfollow akun mas adminnya yaitu @penaberjalan. Aku diminta untuk menjadi admin akun twitter @penyairsajak, entah mengapa tiba-tiba yang dimintai tolong memegang akun tersebut. Mungkin karena Timelineku kebanyakan berpuisi atau sajak. Kemudian seiring berjalannya waktu aku diundang ke acara #malampuisi Surabaya pertama kalinya di Oost cafe Surabaya. Serius, aku canggung banget ketika disana. Nggak ada satu orang pun yang aku kenal kecuali MasBar (Mas Akbar = @penaberjalan) itu pun MasBar jadi MC. Jadilah aku krik-krik sendirian disana. Ternyata #malampuisi di Surabaya waktu itu pun perdana juga. Kemudian aku diberi kesempatan membaca puisi di stage Oost cafe, nggak ada yang mengiringi hanya membaca puisi biasa karyaku sendiri yang masih pas-pas pun. Akhirnya setelah membacakan puisi tersebut, aku memberanikan diri meminta sukarelawan untuk mengiringiku bernyanyi. Kakak kece, dan bodohnya aku lupa namanya mengiringi aku bernyanyi lagi favoritku Jamrud – Pelangi di Matamu.
                Kedatanganku malam itu membukakan pintu kesempatan bertemu dengan kakak-kakak pecinta puisi dan sajak. Ya, penyair muda yang sungguh tak disangka-sangka diksinya sungguh luar biasa. Kami saling follow di akun twitter, sharing masalah puisi dan acara #malampuisi Surabaya selanjutnya. Saat itu pula aku jadi sering ikut event menulis di twitter dan sempat memenangkan salah satu event milik kak Esti dan kak Indri. Semenjak itu intensitas menulisku meningkat, sering berpuisi pun belajar membuat cerpen.
                Singkat cerita pada malam puisi ketiga, sebelumnya #malampuisi Surabaya sedikit mengalami perubahan menjadi #sajakustik. Namun akhirnya kami masih bernaung pada #malmpuisi yang ternyata sudah diadakan di banyak kota-kota lain di Indonesia. Pembelajaran dan wawasanku semakin bertambah disana. Kemudian aku dan kakak-kakak kece tersebut membuat komunitas @kotajancuk yang akhirnya melahirkan antologi puisi berjudul #CUK (Cerita Untuk Kita). Di launching di Oost cafe pada #malampuisi ketiga. Pada #malampuisi ketiga aku menemukan banyak cinta dan salah satunya adalah dia yang kini mampu memikat hatiku #eeh (curhat sedikit) hi hi hi.

                Beruntunglah aku ditemukan dan betemu kakak-kakak kece ini. Awalnya ketika aku merasa sendirian sekarang merasa banyak wawasan dan dirangkul banyak orang. Bahagianya aku....Semoga @kotajancuk semakin mampu membuat gebrakan-gebrakan karya membanggakan. Salam #Cuk :’)

By : Rena Kharisma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik