Awal
pertemuan dengan yang sering kusebut sebagai “kakak-kakak kece” adalah dari
perkenalan dengan admin Stand Up Comedy Unesa di timeline twitter. Aku sering
ikutan mention nyamber tweet-tweetnya hingga pada suatu hari aku memfollow akun
mas adminnya yaitu @penaberjalan. Aku diminta untuk menjadi admin akun twitter
@penyairsajak, entah mengapa tiba-tiba yang dimintai tolong memegang akun
tersebut. Mungkin karena Timelineku kebanyakan berpuisi atau sajak. Kemudian
seiring berjalannya waktu aku diundang ke acara #malampuisi Surabaya pertama
kalinya di Oost cafe Surabaya. Serius, aku canggung banget ketika disana. Nggak
ada satu orang pun yang aku kenal kecuali MasBar (Mas Akbar = @penaberjalan)
itu pun MasBar jadi MC. Jadilah aku krik-krik sendirian disana. Ternyata
#malampuisi di Surabaya waktu itu pun perdana juga. Kemudian aku diberi
kesempatan membaca puisi di stage Oost cafe, nggak ada yang mengiringi hanya
membaca puisi biasa karyaku sendiri yang masih pas-pas pun. Akhirnya setelah
membacakan puisi tersebut, aku memberanikan diri meminta sukarelawan untuk
mengiringiku bernyanyi. Kakak kece, dan bodohnya aku lupa namanya mengiringi
aku bernyanyi lagi favoritku Jamrud – Pelangi di Matamu.
Kedatanganku
malam itu membukakan pintu kesempatan bertemu dengan kakak-kakak pecinta puisi
dan sajak. Ya, penyair muda yang sungguh tak disangka-sangka diksinya sungguh
luar biasa. Kami saling follow di akun twitter, sharing masalah puisi dan acara
#malampuisi Surabaya selanjutnya. Saat itu pula aku jadi sering ikut event
menulis di twitter dan sempat memenangkan salah satu event milik kak Esti dan
kak Indri. Semenjak itu intensitas menulisku meningkat, sering berpuisi pun belajar
membuat cerpen.
Singkat
cerita pada malam puisi ketiga, sebelumnya #malampuisi Surabaya sedikit
mengalami perubahan menjadi #sajakustik. Namun akhirnya kami masih bernaung
pada #malmpuisi yang ternyata sudah diadakan di banyak kota-kota lain di
Indonesia. Pembelajaran dan wawasanku semakin bertambah disana. Kemudian aku
dan kakak-kakak kece tersebut membuat komunitas @kotajancuk yang akhirnya
melahirkan antologi puisi berjudul #CUK (Cerita Untuk Kita). Di launching di
Oost cafe pada #malampuisi ketiga. Pada #malampuisi ketiga aku menemukan banyak
cinta dan salah satunya adalah dia yang kini mampu memikat hatiku #eeh (curhat
sedikit) hi hi hi.
Beruntunglah
aku ditemukan dan betemu kakak-kakak kece ini. Awalnya ketika aku merasa
sendirian sekarang merasa banyak wawasan dan dirangkul banyak orang. Bahagianya
aku....Semoga @kotajancuk semakin mampu membuat gebrakan-gebrakan karya
membanggakan. Salam #Cuk :’)
By : Rena Kharisma

Tidak ada komentar:
Posting Komentar