Selamat bersua kembali sobat,
Tepat di hari penuh perayaan cinta
aku bahagia, meski tak ada lagi kekasih aku tak peduli. Masih ada kalian yang
tak terduga menepati segala janji. Ya, malam itu tanggal empat belas Februari
dari ujung kota Sidoarjo kalian menempuh hujan bahkan hujan abu dari gunung
Kelud yang sempat merambah angkasa kita untuk menemuiku di ujung kota Surabaya. Aku tak menyangka jika kalian begitu
antusiasnya datang pada undangan untuk menghadiri acara malam puisi. Aku memang
sengaja mengundang kalian bukan untuk sekadar mengulang kembali kisah kita masa
SMA tetapi aku ingin sekali memperkenalkan kalian bagaimana ibadah puisi
dilaksanakan.
Bagus, aku sangat mengetahui jika
kau pun menyukai dunia sastra sedang keadaan tak berpihak terlalu baik
kepadamu. Ayik, aku mengerti jika kamu yang paling paham bagaimana aku dan
Bagus menyukai dunia ini. Kamu selalu saja menyindir aku dan Bagus untuk segera
jadian di sepanjang jalan menuju tempat malam puisi diadakan. Rasanya ada
kenangan tersendiri saat SMA, cinta yang tak rampung dan kasih sayang yang
terpisah oleh lulusnya masa sekolah. Ah, indah sekali zaman putih abu abu itu.
Bahkan kita telah memiliki soundtrack sendiri, lagu Pelangi di Matamu dari
Zamrud selalu menjadi pengingat bagi kita bertiga.
Aku sempat terkejut pula ketika
kalian berkata padaku setelah kita tampil dalam acara malam puisi di Surabaya
itu. “Sebenarnya kita ada perform buat band kita tapi sengaja kita batalkan
untuk menerima tawaranmu datang malam puisi.” Merasa bersalah menjalari benakku
tapi kalian menenangkan aku bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan dari itu
semua. Tuhan, aku beruntung memiliki sobat seperti mereka berdua. Kemudian kita
menghabisi malam dengan bercanda ria, melontarkan pengalaman secara singkat,
dan kalian berdua dengan sabar menungguku ketika di akhir acara aku harus
bertukar peluk dengan kawan kawan komunitasku.
Nyatanya larut malam tak menghabisi
gelak tawa kita, kalian mengajakku menyalurkan hobi kita bertiga yang sama
yaitu bernyanyi. Beberapa lagu kita lahap tanpa jeda. Aku sempat menginginkan
kalian tetap bersamaku dan mewujudkan mimpi kita bersama, bernyanyi hingga
dunia tahu siapa kita. Tapi keadaan masih saja tak berpihak pada kita untuk
waktu yang cukup lama namun aku akan berusaha merangkul kalian pada secuil
mimpi kita yang sama.
By: Rena Kharisma

Tidak ada komentar:
Posting Komentar