“Mau
sampai kapan kamu berjuang demi dia Cal?” Resi sudah menekuk mukanya sedari
tadi
“Aku
sudah pernah bilang sama kamu kan Res, kalau aku....”
“Ya,
kalau kamu sudah cinta mati sama dia meskipun sudah berulang kali dia
mempermalukanmu di depan banyak orang. Harga dirimu sudah cukup dinjak-injak
begitu.” Resi bersungut-sungut.
Kemudian
diam mencengkeram mereka berdua. Tak ada ucapan yang keluar sebagai jawaban
dari mulut Ical. Baik Resi maupun Ical sama-sama sibuk dengan pikirannya masing-masing
tetapi tarikan napas dan hembusan napas mereka berdua jauh berbeda. Resi dengan
napas terengah-engah disulut amarah, sedang Ical nampak tenang namun napasnya
seringkali dihembuskannya dengan sangat dalam. Resi sudah sering disayat benci
ketika sahabatnya ini harus kembali dicaci maki oleh karib-karib dari Enggi.
Resi paling anti dengan segala yang bertajuk Enggi meski sahabatnya itu tak
henti berjuang demi seorang perempuan yang tak pernah memberinya hati.
“Aku
nggak akan menyerah Res.” Kesunyian di ruangan itu akhirnya pecah dengan
sebaris kata yang selalu sama Ical ucapkan ketika Resi memarahinya untuk lekas
menyerah.
“Aku
juga nggak akan lelah!” Air mata yang menggenang di pelupuknya terjatuh juga
meski nada bicaranya sangat tegas.
Ical
menatap mata Resi yang memerah dengan sedikit air bening jatuh di pipinya. Ada
raut penuh tanya di muka Ical. Resi tak
sungkan lagi mengumbar air matanya walaupun ia tahu bahwa Ical tak pernah
melihatnya menangis sekalipun. Meskipun ia tahu bahwa Ical menganggapnya gadis
remaja berparas tomboy yang tak akan pernah mau menampakkan rapuh.
“Aku
juga nggak akan lelah.” Kali ini Resi mengulang perkataannya dengan lebih
halus.
Kemudian
ia mendekat pada Ical yang masih tercenung mengamati matanya yang telah sembab
oleh air mata. Resi memeluk Ical.
“Aku
nggak akan lelah menunggumu menyerah agar tak berjuang untuk Enggi lagi. Aku
juga nggak akan lelah menunggumu hingga tahu bahwa ada banyak perasaan cinta
untukmu Cal, ada berjuta sakit hati ketika aku melihatmu harus merendah diri
untuk perempuan yang kamu cintai. Sedang aku, telah lama menanti agar kamu
mengerti bahwa rasa kasih sayangku untukmu ini lebih setia dan gigih.”
By : Rena Kharisma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar