Sabtu, 28 Juni 2014

Awal Ramadhan 2014

                Tarawih hari pertama, aku laksanakan di mushollah seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekitar delapan tahun lebih menjalani tarawih di mushollah dekat rumah. Kali ini aku sendirian saja, keluarga sedang mengirim doa. Kakek yang telah berbahagia di surga, aku belum pernah mengenalnya di masa muda saat aku telah mengenal bagaimana aku hidup di dunia.
                Ah, bukan. Bukan hal itu yang ingin kubagi kali ini tetapi ada yang berbeda dengan Ramadhan tahun ini. Ya, memang tiap Ramadhan pasti berbeda tapi pasangan hidup belum juga dipertemukan Tuhan. Tak apa. Ketika sholat Tarawih malam ini, aku menemui binar yang belum aku pernah pandang sebelumnya. Ada wajah-wajah baru di jamaah mushollah. Bukan orang-orang yang aku tak kenal tapi aku sudah mengenal mereka sejak kecil, semenjak tinggal di sini. Mereka sering berbagi canda tawa saat usia kita masih sangat belia. Mereka adalah tetanggaku yang belum lama ini menjadi muallaf. Seorang laki-laki dan seorang perempuan. Aku tak heran. Hidayah mampu datang kapan saja, keluarga mereka berdua telah muslim semua. Keluarga kecil yang kumaksudkan bukan keluarga besar. Sebenernya aku sedikit tahu beberapa silsilah keluarga mereka tapi ya sudahlah aku tidak sedang membicarakan persoal keluarga mereka.
                Aku pikir memang banyak hal yang menarik dan selalu membuatku ingin membaginya melalui tulisan. Tapi sebagian besar pengalaman itu hanya berkesan kemudian terlupa. Entahlah, kali ini memang berbeda. Awal Ramadhan yang membuatku terkagum sendiri oleh dua orang kawan yang di usia produktif telah memilih keyakinan yang berbeda dengan masa kecilnya. Tapi apa memang kayakinan yang disebut agama itu harus selalu dipegang teguh dari masa kecil? Aku pikir tidak.

                Satu lagi yang membuatku berdecak kagum pada mereka. Mereka tak sungkan dengan dunia sosial yang aku pikir sangat kejam. Aku melihat kesungguhan mereka beribadah dan turut berbaur dengan lingkungan sekitar. Aku harap semoga ada bahagia yang mereka dapat ketika meyakini suatu agama yang tak sama dengan keluarga besarnya. Aku yakin akan ada keberkahan lain yang lebih indah bagi mereka.

By : Rena Kharisma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik