Tarawih
hari pertama, aku laksanakan di mushollah seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sekitar delapan tahun lebih menjalani tarawih di mushollah dekat rumah. Kali
ini aku sendirian saja, keluarga sedang mengirim doa. Kakek yang telah
berbahagia di surga, aku belum pernah mengenalnya di masa muda saat aku telah
mengenal bagaimana aku hidup di dunia.
Ah,
bukan. Bukan hal itu yang ingin kubagi kali ini tetapi ada yang berbeda dengan
Ramadhan tahun ini. Ya, memang tiap Ramadhan pasti berbeda tapi pasangan hidup
belum juga dipertemukan Tuhan. Tak apa. Ketika sholat Tarawih malam ini, aku
menemui binar yang belum aku pernah pandang sebelumnya. Ada wajah-wajah baru di
jamaah mushollah. Bukan orang-orang yang aku tak kenal tapi aku sudah mengenal
mereka sejak kecil, semenjak tinggal di sini. Mereka sering berbagi canda tawa
saat usia kita masih sangat belia. Mereka adalah tetanggaku yang belum lama ini
menjadi muallaf. Seorang laki-laki dan seorang perempuan. Aku tak heran.
Hidayah mampu datang kapan saja, keluarga mereka berdua telah muslim semua.
Keluarga kecil yang kumaksudkan bukan keluarga besar. Sebenernya aku sedikit
tahu beberapa silsilah keluarga mereka tapi ya sudahlah aku tidak sedang
membicarakan persoal keluarga mereka.
Aku
pikir memang banyak hal yang menarik dan selalu membuatku ingin membaginya
melalui tulisan. Tapi sebagian besar pengalaman itu hanya berkesan kemudian
terlupa. Entahlah, kali ini memang berbeda. Awal Ramadhan yang membuatku
terkagum sendiri oleh dua orang kawan yang di usia produktif telah memilih
keyakinan yang berbeda dengan masa kecilnya. Tapi apa memang kayakinan yang
disebut agama itu harus selalu dipegang teguh dari masa kecil? Aku pikir tidak.
Satu
lagi yang membuatku berdecak kagum pada mereka. Mereka tak sungkan dengan dunia
sosial yang aku pikir sangat kejam. Aku melihat kesungguhan mereka beribadah
dan turut berbaur dengan lingkungan sekitar. Aku harap semoga ada bahagia yang
mereka dapat ketika meyakini suatu agama yang tak sama dengan keluarga
besarnya. Aku yakin akan ada keberkahan lain yang lebih indah bagi mereka.
By : Rena Kharisma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar