Jumat, 27 Juni 2014

Hanya Emosi Semata

Ada yang koyak di sini
Ketenangan hati.
Pada terik siang, sengatan dari lidah rumah berpenghuni
Sebal merasakan bebal dengan ketakpekaan.
Masing-masing kukuh dan membenarkan ucapan sendiri
Tapi biar aku tak mengulangnya sekali lagi
Meski benar aku belum mampu mencukupkan ini
Tapi suatu saat ada yang kupahami bahwa sesuatu itu akan berhenti
Tanpa harus berhenti peduli
Walau abai akan berusaha menutupi

Mungkin ini karma
Sebab kau hanya berpendiri pada pendapatmu sendiri
Bukan hanya kamu yang luka
Kita sama-sama sakit hati di sini
Jangan pernah merasa paling dikecewakan sebab kita sama-sama peduli hanya dengan ego masing-masing
Terimalah bahwa kemarahanmu saat ini sebagai isyarat bahwa kau pernah salah

Kau dipermalukan oleh perbuatanmu sendiri
Bukan karena pembatalan atau pengunduran diriku 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik