Senin, 30 Juni 2014

Pedih

Akhir-akhir ini aku sering menangisi diri sendiri. Ini bukan termasuk egois, versiku. Apa yang lebih mengerikan dari kesalahan yang kau antisipasi berkali-kali tapi keaadaan terus saja mengkhianati? Diri sendiri juga memiliki stimulus rasa penyesalan terhadap diri sendiri kemudian menghasilkan impuls ke kelopak mata untuk segera memroduksi air mata meski sekuat tenaga tak mau kau tangisi.
Entahlah, apakah ini termasuk penyakit hati? Mungkin tersandung saja saat lau berjalan lenggang tak masalah, kehidupan juga demikian. Namun ketika kau tersandung dan jatuh tersungkur. Berkali-kali, padahal sudah sepenuh hati ingin kau antisipasi. Kau sudah ada antibodi untuk menghindari tapi apa daya takdir tidak mengamini. 
Bukan penyakit hati memang tapi sakig hati. Kau merutuki diri sendiri sekaligus prihatin dengan menahan perih. Kesal tidak jika kau merasa sepenuh hati meniati tapi semesta tak ikut peduli? 

By: Rena Kharisma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik