Pernahkah kau memiliki banyak list kegiatan yang kau rancang sedemikian rupa sampai kau catat dengan runut dalam memo atau apapun agar mampu kau ingat tapi nyatanya tak satu pun dari kesian banyak rentetan peristiwa itu tidak terjadi?
Aku masih salut yang mencatat dengan rapi-rapi segala bentuk kegiatan yang akan dilakukan karena aku bukan seseorang yang rajin merapikan semuanya. Bahkan yang belum terencana.
Tapi pikiran tak kehabisan fungsi untuk dengan senang hati mencatatkannya. Aku bukan seorang pengingat yang baik memang tapi aku masih saja sering berkutat dengan kenangan. Ah, apalah kenangan aku sedang tak ingin membahasnya berkelanjutan.
Aku baru sadar jika rangkaian kegiatan yang akan aku lakukan kemudian akan menjadi sebuah penyesalan jika tak segera dituntaskan. Aku pernah mengalami ini bekali-kali, ingin melakukan ini, ingin menciptakan itu, ingin merapaikan yang di sana, atau ingin membenahi yang di sini. Semuanya tak terlaksana dan akhirnya aku disesalkan waktu yang terus berlalu. Kemudian aku susah payah mengubah agar aku tak kembali menyesal oleh hal yang sama, kali ini. Ada beberapa list kegiatan yang akan aku lakukan selama liburan tapi sudah diambang ketidaksesuaian. Banyak yang meleset dari harapan dan tak mampu aku tuntunsakan meskipun kalender liburan terbilang masih panjang.
Aku juga baru sadar bahwa segala peristiwa yang kita rancang untuk beberapa hari ke depan akan menjadi beban yang harus segera dilaksanakan. Beban inilah yang ternyata dibarter oleh penyesalan. Sama-sama berat, aku sempat memilih beban saja ketimbang merasa menyesal lagi suatu saat. Tapi aku kembali berpikir, tak akan ada kelegaan liburan jika aku membebankan semuanya. Ah, susah juga ternyata.
Entahlah...mungkin aku tidak akan memilih keduanya.
Ya, aku ingin menikmati.
Aku masih salut yang mencatat dengan rapi-rapi segala bentuk kegiatan yang akan dilakukan karena aku bukan seseorang yang rajin merapikan semuanya. Bahkan yang belum terencana.
Tapi pikiran tak kehabisan fungsi untuk dengan senang hati mencatatkannya. Aku bukan seorang pengingat yang baik memang tapi aku masih saja sering berkutat dengan kenangan. Ah, apalah kenangan aku sedang tak ingin membahasnya berkelanjutan.
Aku baru sadar jika rangkaian kegiatan yang akan aku lakukan kemudian akan menjadi sebuah penyesalan jika tak segera dituntaskan. Aku pernah mengalami ini bekali-kali, ingin melakukan ini, ingin menciptakan itu, ingin merapaikan yang di sana, atau ingin membenahi yang di sini. Semuanya tak terlaksana dan akhirnya aku disesalkan waktu yang terus berlalu. Kemudian aku susah payah mengubah agar aku tak kembali menyesal oleh hal yang sama, kali ini. Ada beberapa list kegiatan yang akan aku lakukan selama liburan tapi sudah diambang ketidaksesuaian. Banyak yang meleset dari harapan dan tak mampu aku tuntunsakan meskipun kalender liburan terbilang masih panjang.
Aku juga baru sadar bahwa segala peristiwa yang kita rancang untuk beberapa hari ke depan akan menjadi beban yang harus segera dilaksanakan. Beban inilah yang ternyata dibarter oleh penyesalan. Sama-sama berat, aku sempat memilih beban saja ketimbang merasa menyesal lagi suatu saat. Tapi aku kembali berpikir, tak akan ada kelegaan liburan jika aku membebankan semuanya. Ah, susah juga ternyata.
Entahlah...mungkin aku tidak akan memilih keduanya.
Ya, aku ingin menikmati.
By: Rena Kharisma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar