Tersipu-sipu pendar itu mengintip dari balik jendelaku
Aku abai pada segala genit pagi yang sengaja membangunkan ketiduranku
Tapi, kali ini
aku harus menyapanya terlebih dahulu sebelum kembali tertidur.
Nampaknya ia tak lagi mendung, meski masih mencintai hujan.
Aku mendoakan pagi agar segera berpelangi.
Biar ia tahu bahwa bidadari dari surga itu akan segera mandi pagi saat tak ada hujan beserta rintiknya.
Bahkan setelah dini hari yang lebih dingin dari biasanya, terkuak kisah yang sangat drama.
Tapi kali ini, Pagi mampu dengan mudah membuatku abai dan bahagia dengan cara yang lain. Sewajarnya. Bukan drama
Ini bukan puisi,
aku hanya ingin menyapa,
Selamat pagi, Pagi
Terima kasih telah hadir
By: Rena Kharisma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar