Sabtu, 25 Oktober 2014

(Selamat pagi) Pagi

Tersipu-sipu pendar itu mengintip dari balik jendelaku 
Aku abai pada segala genit pagi yang sengaja membangunkan ketiduranku 
Tapi, kali ini
aku harus menyapanya terlebih dahulu sebelum kembali tertidur.
Nampaknya ia tak lagi mendung, meski masih mencintai hujan.
Aku mendoakan pagi agar segera berpelangi.
Biar ia tahu bahwa bidadari dari surga itu akan segera mandi pagi saat tak ada hujan beserta rintiknya.

Bahkan setelah dini hari yang lebih dingin dari biasanya, terkuak kisah yang sangat drama.
Tapi kali ini, Pagi mampu dengan mudah membuatku abai dan bahagia dengan cara yang lain. Sewajarnya. Bukan drama 

Ini bukan puisi,
aku hanya ingin menyapa,
Selamat pagi, Pagi 
Terima kasih telah hadir 

By: Rena Kharisma 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik