Karena rindu sudah sangat dendam
Debar-debarku membalas kedendamanmu pada rindu, aku seakan dikepung oleh pertanyaanku sendiri
Secepat itukah rindu hadir?
Jawabannya memang iya, seperti derap irama lagu yang kuputar berulang kali
Masih ngiang di kedua gendang telingaku tentang ini
Tentang kita yang diamini tik tok waktu, dendang riang diharmonikan jatuh cinta yang gebu
Pada tanggal dua belas November kali ini,
Maafkan aku yang belum mampu mengahadiahimu eufoni merdu untuk hadiah ulang tahunmu
Atau kado-kado yang lazim diberikan di saat hari kelahiranmu dirayakan
Aku sempat menghadirkan air mata, ketika usiamu genap bertambah
Entahlah, apa maksudnya
Mungkin tangis itu ialah pertanda bahwa semesta juga merasa bagaimana aku mendoakanmu dalam isak
Selamat berbahagia, kamu.
Surabaya, 14.30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar