Aku ingin menerbangkan sepucuk surat, tanpa perangko
Yang alamatnya masih kuterka-terka di puncak kepala
Sedang telah aku siapkan siapa yang harus menerima
Kepada:
dua sayap yang menjadi sepasang beda
Aku ingin menuturkan pelbagai kisah yang mungkin sekian lama terpendam
Tentang misteri yang belum terungkap lewat linimasa
Bolehkah aku curiga tentang sepasang sayap ini?
Bolehkah aku berpraduga tentang masing-masing di antara
mereka?
Mampu bersama-sama mengepak terbang, menguarai awan dengan
rasa yang berbeda
Seandainya aku diberikan kesempatan bertanya, mungkin
mengenal lebih jauh adalah bayaran bagi sikap acuh tak acuh
Pun perkenalkan yang tak dijabarkan lewat tatap muka dan tangan yang menjabat
Sayap kanan itu ialah rahasia
Sayap kiri itu ialah pesona
Sama-sama menyembunyikan sesuatu yang dibebaskan angin
Dan aku, semakin tak tahu apa-apa tentang mereka
Mungkin percuma, ragaku jauh. Juga kedua sayap itu
Biar kuandaikan mereka berdua sebagai perantara cintaku yang
menemui musim semi untuk ke sekian kalinya
Untuk bunga-bunga di hatiku yang akhirnya mekar kembali setelah layu
Meski akhirnya suratku untuk dua sayap yang menjadi sepasang
beda itu tak sampai juga
Sidoarjo, 15.41
Tidak ada komentar:
Posting Komentar