Rabu, 07 Januari 2015

Biar Ingatan Itu Bersembunyi

Kau tahu kan, tentang aku yang tak bisa rapi menjaga barang-barang yang kumiliki. Tapi kau juga pasti tahu ketika aku sedang rajin-rajinnya, segala penjuru ruangan tertata apik, bahkan pernak-pernik jadi pajangan yang enak dilihat mata, dan kau akan tercengang dengan bersihnya. Mungkin kau juga tahu tentang segala barang yang aku simpan demi sebuah kenangan atau malah lebih banyak ingatan yang tersimpan di bawah tumpukan buku, di laci meja yang tak pernah kubuka, di sebuah amplop yang robek-robek, atau di tas plastik yang hampir lebur. Begitulah caraku mengingat apa-apa yang pernah ada meski sudah lupa di mana letaknya. Aku gemar mengoleksi note dan kau juga pasti tahu, semuanya akan tergeletak di sana-sini. Tulisan tanganku yang berantakan juga pasti ada di sana, di halaman yang berserakan. Tulisan tentang kekesalan, kebahagiaan, puisi, cerita singkat, apa saja yang bisa kutuliskan selama aku tak lupa.


Kau tahu? Sungguh aku ingin merapikan segala kenangan dengan baik, dengan terawat. Tapi aku kesusahan, aku akan menangis sesenggukan jika menemukan lembar demi lembar kenangan itu apabila dengan mudah kuingat letaknya. Aku memang tidak ingin membuang secuil pun kenangan dengan sia-sia, tapi aku tak mahir merawatnya. Seandainya kau mampu memakluminya, aku pelupa yang juga alpa dalam hal kerapian. Tapi biarlah kenangan-kenangan itu berserakan di tempat yang tak bisa dengan mudah kutemukan. Biar ingatan itu bersembunyi. 

Surabaya, 20.37 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik