Kau tahu kan, tentang aku yang tak bisa rapi menjaga
barang-barang yang kumiliki. Tapi kau juga pasti tahu ketika aku sedang
rajin-rajinnya, segala penjuru ruangan tertata apik, bahkan pernak-pernik jadi
pajangan yang enak dilihat mata, dan kau akan tercengang dengan bersihnya.
Mungkin kau juga tahu tentang segala barang yang aku simpan demi sebuah
kenangan atau malah lebih banyak ingatan yang tersimpan di bawah tumpukan buku,
di laci meja yang tak pernah kubuka, di sebuah amplop yang robek-robek, atau di
tas plastik yang hampir lebur. Begitulah caraku mengingat apa-apa yang pernah
ada meski sudah lupa di mana letaknya. Aku gemar mengoleksi note dan kau juga
pasti tahu, semuanya akan tergeletak di sana-sini. Tulisan tanganku yang
berantakan juga pasti ada di sana, di halaman yang berserakan. Tulisan tentang
kekesalan, kebahagiaan, puisi, cerita singkat, apa saja yang bisa kutuliskan
selama aku tak lupa.
Kau tahu? Sungguh aku ingin merapikan segala kenangan dengan
baik, dengan terawat. Tapi aku kesusahan, aku akan menangis sesenggukan jika
menemukan lembar demi lembar kenangan itu apabila dengan mudah kuingat letaknya.
Aku memang tidak ingin membuang secuil pun kenangan dengan sia-sia, tapi aku
tak mahir merawatnya. Seandainya kau mampu memakluminya, aku pelupa yang juga
alpa dalam hal kerapian. Tapi biarlah kenangan-kenangan itu berserakan di
tempat yang tak bisa dengan mudah kutemukan. Biar ingatan itu bersembunyi.
Surabaya, 20.37
Tidak ada komentar:
Posting Komentar