Untuk perpisahan kita yang terlalu dini
Pertemuan yang belum pernah dikecap jabat tangan dan
bunga-bunga yang bermekaran dalam dada tanpa mengetahui tatap muka. Memang
jatuh cinta terkadang tak perlu syarat ini itu. Jika jatuh, jatuhlah ia pada
cinta yang selalu membawa hal-hal menyenangkan. Seringkali abai pada kenyataan
atau kebenaran yang sudah dipampangkan, kemudian mencari-cari pembelaan bahwa
semuanya terlihat wajar-wajar saja. Seperti singkat kita yang pada akhirnya tak
menemui makna apa-apa, harusnya menjatuhkan hati tak tergesa-gesa. Tapi mana
ada rasa yang dapat dikendali sekalipun dengan pendirian kuat diri sendiri?
Kemudian tanggal-tanggal berguguran, aku dan kamu masih
berada di jarak yang jauh. Kemudian tali yang sempat diikatkan ketika bertemu
putus tak bersuara. Bahkan aku sendiri tak tahu harus menjabarkannya seperti
apa, kita seperti lelucon yang tak ditertawakan siapa-siapa. Pada akhirnya
kepergianmu yang tak kulihat langkah kakinya itu seperti embun yang mengering
di jendelaku yang sempat terbuka. Tak menyisa apa-apa selain kecewa dan
beberapa tetes air mata.
Surabaya, 05.20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar