Selasa, 10 Februari 2015

Harusnya Tak Tergesa

Untuk perpisahan kita yang terlalu dini

Pertemuan yang belum pernah dikecap jabat tangan dan bunga-bunga yang bermekaran dalam dada tanpa mengetahui tatap muka. Memang jatuh cinta terkadang tak perlu syarat ini itu. Jika jatuh, jatuhlah ia pada cinta yang selalu membawa hal-hal menyenangkan. Seringkali abai pada kenyataan atau kebenaran yang sudah dipampangkan, kemudian mencari-cari pembelaan bahwa semuanya terlihat wajar-wajar saja. Seperti singkat kita yang pada akhirnya tak menemui makna apa-apa, harusnya menjatuhkan hati tak tergesa-gesa. Tapi mana ada rasa yang dapat dikendali sekalipun dengan pendirian kuat diri sendiri?


Kemudian tanggal-tanggal berguguran, aku dan kamu masih berada di jarak yang jauh. Kemudian tali yang sempat diikatkan ketika bertemu putus tak bersuara. Bahkan aku sendiri tak tahu harus menjabarkannya seperti apa, kita seperti lelucon yang tak ditertawakan siapa-siapa. Pada akhirnya kepergianmu yang tak kulihat langkah kakinya itu seperti embun yang mengering di jendelaku yang sempat terbuka. Tak menyisa apa-apa selain kecewa dan beberapa tetes air mata. 

Surabaya, 05.20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik