Mungkin
kita adalah susunan dari keramik keramik yang pecah kemudian disatukan dengan
lem perekat bernama saling perhatian. Ya, kita berempat berasal dari latar
belakang yang berbeda. Dipertemukan di satu kampus kemudian kita pernah
mengalami jatuh bangun pertemanan masing masing dan waktu yang membuat kita
bersama sampai saat ini. Berbagi kisah, gelak tawa lepas karena kekonyolan
sampai patah hati pun dijadikan sebuah guyonan. Ah, untuk alasan apalagi aku
tak bersyukur telah memiliki kalian.
Hai
Say Gita, sudah kukirimkan satu surat untukmu kan. Ya kaulah memang yang paling
spesial untukku. Hay De’, apa kabar persoal rindu dan patah hati? Nampaknya
kita sama sama sedang dalam masa itu kali ini. Hay Ma, masih aja nontonin dan
ngoleksi film horor? Bisa nggak kalau diganti film drama aja.
Begini
kawan, aku harapkan kita tak akan lagi pecah seperti keramik yang pernah
berkeping keping hancur karena sebuah masalah sepele. Untuk apa kita
mempermasalahkan hal hal kecil jika ada kasih sayang yang besar diantara kita
untuk saling berbagi? Untuk Say Gita, kau adalah paling keibuan diantara kita.
Aku minta tolong padamu untuk merawat keegoisan kita masing masing karena aku
tahu kaulah yang paling mampu untuk mengerti kami. Untuk Ade, kau memang paling
muda diantara kami tapi aku selalu salut dengan pikiran positifmu yang tersebar
dimana mana. Jangan permasalahkan kerisauanmu tentang apapun, ada kami disini
yang dengan senang hati akan membantumu. Untuk Rahma yang selalu berkisah
tentang keluarga, mungkin diantara kami kau yang paling pendiam namun aku
merasa kamu cukup ngemong kami. Bantulah Gita untuk mempertahankan pertemanan
ini dan kita akan saling menjaga satu sama lain.
Ciptakan
tawa kita sendiri, jangan pedulikan kata mereka yang terkadang menyakiti hati.
Aku bahagia bisa bersama kalian saat ini. Semoga apa yang kita harapkan nanti
mampu kita raih. Aku sayang kalian R.A.R.A (Rena, Agitya, Rahma, AdeRia) ({})
Tidak ada komentar:
Posting Komentar