Surabaya, 01.40
Untuk angan dan kenangan
Berkerumunlah rindu ketika surat dari Bosse dipaparkan di
website, pula rasa kecewa yang teramat. Rindu itu berasal dari kenangan akan
kota Bandung dan kecewa teramat itu bermula karena upayaku pasti gagal.
Jujur saja, aku sudah
menabung untuk pergi ke Bandung (sekali lagi) mengikuti gathering
#30harimenulissuratcinta. Sempat berpikir akan nekat jika waktu gathering yang
semakin dekat tetapi dana belum terkumpul, aku akan menggunakan uang untuk membayar
kuliah dan memecah celengan yang masih setengah tingginya. Aku juga akan tidak
peduli jika memang harus pergi sendiri, sebab aku pernah melakukannya sekali di
tujuan yang sama; kota Bandung. Waktu itu berjam-jam duduk di kereta api
seorang diri, demi menemui pujaan hati. Tapi itu sudah menjadi kenangan yang
aku kubur dalam-dalam. Mungkin kali ini, Bosse dan segala yang berkaitan dengan
#30harimenulissuratcinta yang menjadi pujaan hatiku. Jadi aku mengupayakan
untuk bisa hadir ke acara gathering di Jln. Cihapit yang mungkin jauh atau
mungkin dekat dari Jln. Lodaya tempat kenanganku dicipta. Aku tak begitu tahu
wilayah-wilayah di kota bunga itu, tapi aku setuju dengan bosse jika kota
Bandung mewakili kata cinta. Sebab aku pernah menemukan cinta di sana meski
harus berakhir dengan kecewa pula lara.
Bosse, seandainya aku benar-benar mampu datang ke acara
gathering, sederhana saja; aku ingin menjabat tangan semua orang yang datang di
sana. Entahlah, hanya itu yang kuangankan. Aku merasa akan jatuh cinta
berkali-kali di sana, akan banyak senyum yang terbit. Setidaknya aku bisa
menenggelamkan kenangan kelam di kota Bandung waktu itu dan menggantinya dengan
bertemu dan berkenalan dengan mereka yang andil berpartisipasi dalam
#30harimenulissuratcinta. Belum apa-apa angan tentang datang ke acara gathering
sudah membuatku berdebar, mungkin ketika aku memang diizinkan ke sana bahagia
melebur dalam debark itu. Ah, membayangkannya saja sudah membuatku senang.
Jika saja, gathering diselenggarakan di Surabaya mungkin tak
akan kembali kuingat kenangan di kota Bandung. Tapi aku tetap berharap suatu
saat gathering #30harimenulissuratcinta bisa diadakan di Surabaya. Dan di
sinilah letak kecewaku yang sempat membuatku patah hati, gathering itu pasti menjadi
sekadar angan. Gathering itu hanya menjadi pengingat kenangan sesaat di kota
Kembang. Sebab suatu musibah menghabiskan seluruh tabunganku, rasanya sama
seperti patah hati diputuskan pujaan hati. Rencana yang sudah aku persiapkan
hangus, bahagia yang aku angankan turut pupus. Bosse, kesedihan ternyata bisa
datang kapan saja dan karena alasan apa saja tanpa diduga-duga. Surat ini aku
buat mungkin untuk penghiburan bagi kekecewaanku tak bisa hadir memenuhi
undangan gathering awal Maret itu. Yang paling mengganggu adalah kenyataan
bahwa aku tak akan pernah bisa menjabat tangan semua orang yang datang di sana,
apalagi berkenalan. Ah, Bosse… aku cukupkan di sini saja membalas surat untuk
tema “One Day, One Letter” rasanya aku takut perasaan kalut tentang acara
gathering semakin larut.
Salam sendu,
Rena
halo Rena,
BalasHapuskenangan kadangkadang seperti jembatan. kamu hanya cukup melaluinya untuk pindah ke tempat lain. jangan terpuruk di kenangan. ayo jatuh cinta lagi, karena jatuh cinta membuat kamu hidup lagi.
salam penuh cinta,
bosse @poscinta