Jumat, 20 Februari 2015

Miss Positive

Sidoarjo, 19.02.2015 (19.50)
Halo, Miss Positive

Sudah banyak konflik yang kita lalui bersama-sama, bahkan sebelum kita akhirnya menjadi bertiga. Terkadang aku merasa konflik-konflik pertemanan semacam ini sepele tapi cukup mengganggu jika tidak segera diselesaikan. Salah satu keunggulanmu adalah “berpikir positif”, maka dari itu aku menjulukimu di surat ini sebagai Miss Positive. Sebenarnya julukan itu sudah lama aku simpan dalam kepala tapi baru dalam kesempatan kali ini aku mengungkapkannya lebih jelas kepadamu. Oia, sepertinya kamu memang menginginkan mendapat surat dariku ya? Ha ha ha ha… Semoga memang benar begitu.

Aku sering heran sendiri, dari mana kamu bisa menetralisir peristiwa yang seringkali menyulut emosi? Mungkin kamu bukan pribadi yang tenang namun ada saja pikiran baik yang tertanam dalam pikiranmu. Sepertinya aku juga belum memahami benar-benar, tapi aku selalu salut dengan minimnya pikiran negatifmu. Kamu seperti menjadi pelerai bagi masalah antara aku dan “nyonya” yang seringkali tak bisa usai. Satu lagi yang membuatku salut kepadamu yaitu usiamu yang lebih muda di antara kita bertiga. Rasanya memang benar jika kedewasaan tidak ditentukan dari jumlah usia. Buktinya kamu yang lebih bisa menjadi penengah dibandingkan aku yang cuek dan nyonya yang…. Ya kamu tahu sendirilah dia seperti apa.

Ah iya, aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu. Tentang nyali. Jika saja kamu tahu bahwa rasa minder bukan hanya milikmu, aku pun sering merasakannya bahkan mungkin lebih parah. Begini, rasa minder itu seperti anak tangga, kita akan merasa minder dengan anak tangga yang berada di atas kita saat kita menginjak salah satu anak tangga. Kita merasa takut lebih dahulu karena keterbatasan yang dimiliki, memang tak mudah untuk menjadikan keterbatasan itu menjadi sebuah dobrakan supaya kita tak takut lagi, tak minder lagi. Untuk hal satu ini, nampaknya kita harus sama-sama bersyukur terlebih dahulu dengan apa yang berhasil kita miliki sekarang. Tenanglah, kelak pasti aka nada takdir lain yang mampu membuatmu menjadi seseorang yang tak perlu lagi khawatir dengan nyali. Percayalah, kamu bisa. Aku dan nyonya akan berusaha selalu membantumu. Pula aku bersyukur akhirnya ada yang benar-benar tulus menjadi sahabat, jangan pernah merasa sendirian karena aku dan nyonya sayang kepadamu meski tidak diperjelas dengan ungkapan “I love you”. Aku yakin kekonyolan, kegilaan, dan ngakaknya tertawa kita sudah bisa kamu rasakan ketulusannya. Kita bebas menjadi diri sendiri. Oh iya, satu lagi. Terima kasih selama ini sudah banyak membantu aku dan nyonya dalam menyelesaikan persoalan baik akademis maupun non akademis. Sebab kamu yang paling memiliki semangat di antara kita.

Berbahagialah, Miss Positive, Ade Ria Erianti ({})

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik