Sidoarjo, 19.02.2015 (19.50)
Halo, Miss Positive
Sudah banyak konflik yang kita
lalui bersama-sama, bahkan sebelum kita akhirnya menjadi bertiga. Terkadang aku
merasa konflik-konflik pertemanan semacam ini sepele tapi cukup mengganggu jika
tidak segera diselesaikan. Salah satu keunggulanmu adalah “berpikir positif”,
maka dari itu aku menjulukimu di surat ini sebagai Miss Positive. Sebenarnya
julukan itu sudah lama aku simpan dalam kepala tapi baru dalam kesempatan kali
ini aku mengungkapkannya lebih jelas kepadamu. Oia, sepertinya kamu memang
menginginkan mendapat surat dariku ya? Ha ha ha ha… Semoga memang benar begitu.
Aku sering heran sendiri, dari
mana kamu bisa menetralisir peristiwa yang seringkali menyulut emosi? Mungkin
kamu bukan pribadi yang tenang namun ada saja pikiran baik yang tertanam dalam
pikiranmu. Sepertinya aku juga belum memahami benar-benar, tapi aku selalu
salut dengan minimnya pikiran negatifmu. Kamu seperti menjadi pelerai bagi
masalah antara aku dan “nyonya” yang seringkali tak bisa usai. Satu lagi yang membuatku
salut kepadamu yaitu usiamu yang lebih muda di antara kita bertiga. Rasanya
memang benar jika kedewasaan tidak ditentukan dari jumlah usia. Buktinya kamu
yang lebih bisa menjadi penengah dibandingkan aku yang cuek dan nyonya yang….
Ya kamu tahu sendirilah dia seperti apa.
Ah iya, aku ingin menyampaikan
sesuatu kepadamu. Tentang nyali. Jika saja kamu tahu bahwa rasa minder bukan
hanya milikmu, aku pun sering merasakannya bahkan mungkin lebih parah. Begini,
rasa minder itu seperti anak tangga, kita akan merasa minder dengan anak tangga
yang berada di atas kita saat kita menginjak salah satu anak tangga. Kita
merasa takut lebih dahulu karena keterbatasan yang dimiliki, memang tak mudah
untuk menjadikan keterbatasan itu menjadi sebuah dobrakan supaya kita tak takut
lagi, tak minder lagi. Untuk hal satu ini, nampaknya kita harus sama-sama
bersyukur terlebih dahulu dengan apa yang berhasil kita miliki sekarang.
Tenanglah, kelak pasti aka nada takdir lain yang mampu membuatmu menjadi
seseorang yang tak perlu lagi khawatir dengan nyali. Percayalah, kamu bisa. Aku
dan nyonya akan berusaha selalu membantumu. Pula aku bersyukur akhirnya ada
yang benar-benar tulus menjadi sahabat, jangan pernah merasa sendirian karena
aku dan nyonya sayang kepadamu meski tidak diperjelas dengan ungkapan “I love
you”. Aku yakin kekonyolan, kegilaan, dan ngakaknya tertawa kita sudah bisa
kamu rasakan ketulusannya. Kita bebas menjadi diri sendiri. Oh iya, satu lagi.
Terima kasih selama ini sudah banyak membantu aku dan nyonya dalam menyelesaikan
persoalan baik akademis maupun non akademis. Sebab kamu yang paling memiliki
semangat di antara kita.
Berbahagialah, Miss Positive, Ade Ria Erianti ({})
Tidak ada komentar:
Posting Komentar