Kepada praduga yang aku simpan
dari seorang perempuan yang kukenal,
Waktu itu, sekitar pukul lima
sore aku melihat seseorang yang kukenal berjalan dengan seorang perempuan yang
tak kuketahui siapa namanya. Tapi aku mengetahui bahwa perempuan itu bukan
perempuan yang biasanya mesra dengan seorang perempuan yang kukenal sebagai
kekasihnya. Ah, terdengar begitu rumit memang. Aku tak ingin menyebutkan nama,
sebab seperti kepada yang ada dalam suratku ini yaitu hanya sebagai praduga.
Aku hanya mampu mengira-ngira dan tak ingin menciptakan fitnah. Jadi biarlah
kecurigaanku itu hanya sampai di surat ini.
Mungkin ini tentang
perselingkuhan, sebab jika dikatakan hanya sebatas teman menurutku tak pantas
jika sikap yang diberikan begitu sama dengan yang dilakukannya terhadap seorang
kekasih. Ah, tapi mungkin memang saat ini sedang trend sebatas teman tapi tidak
malu saling bermesraan. Aku sudah menduga jika dia seseorang yang tak hanya
mendekati satu perempuan saja, tapi aku selalu merasa bahwa ini bukan urusanku
juga. Jadi aku diam saja tak ingin mengutarakan apa-apa kepada orang-orang yang
mengenalnya. Kelak,kebenaran akan mengungkapkan faktanya sendiri tanpa perlu
perantaraku yang sempat memiliki bukti. Di sini, aku bukan ingin menyembunyikan
apa-apa dari siapa-siapa. Aku hanya ingin mengutarakan praduga yang belum tentu
benar dan bisa juga tak salah. Sebab aku tahu, tak akan dipercaya karena semua
ini hanya sebatas praduga yang dikira-kira. Kira-kira salah bagi orang yang
mencintai dia dan kira-kira benar bagiku serta beberapa temanku yang mengetahui
bagaimana peristiwa terjadi dengan tiba-tiba.
Semoga praduga ini tak
menjerumuskan lebih dalam, sebab sebenarnya aku ingin sekali tak peduli dengan
api yang dipantik oleh seseorang yang pandai dengan sifat licik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar