Senin, 23 Februari 2015

Praduga

Kepada praduga yang aku simpan dari seorang perempuan yang kukenal,

Waktu itu, sekitar pukul lima sore aku melihat seseorang yang kukenal berjalan dengan seorang perempuan yang tak kuketahui siapa namanya. Tapi aku mengetahui bahwa perempuan itu bukan perempuan yang biasanya mesra dengan seorang perempuan yang kukenal sebagai kekasihnya. Ah, terdengar begitu rumit memang. Aku tak ingin menyebutkan nama, sebab seperti kepada yang ada dalam suratku ini yaitu hanya sebagai praduga. Aku hanya mampu mengira-ngira dan tak ingin menciptakan fitnah. Jadi biarlah kecurigaanku itu hanya sampai di surat ini.

Mungkin ini tentang perselingkuhan, sebab jika dikatakan hanya sebatas teman menurutku tak pantas jika sikap yang diberikan begitu sama dengan yang dilakukannya terhadap seorang kekasih. Ah, tapi mungkin memang saat ini sedang trend sebatas teman tapi tidak malu saling bermesraan. Aku sudah menduga jika dia seseorang yang tak hanya mendekati satu perempuan saja, tapi aku selalu merasa bahwa ini bukan urusanku juga. Jadi aku diam saja tak ingin mengutarakan apa-apa kepada orang-orang yang mengenalnya. Kelak,kebenaran akan mengungkapkan faktanya sendiri tanpa perlu perantaraku yang sempat memiliki bukti. Di sini, aku bukan ingin menyembunyikan apa-apa dari siapa-siapa. Aku hanya ingin mengutarakan praduga yang belum tentu benar dan bisa juga tak salah. Sebab aku tahu, tak akan dipercaya karena semua ini hanya sebatas praduga yang dikira-kira. Kira-kira salah bagi orang yang mencintai dia dan kira-kira benar bagiku serta beberapa temanku yang mengetahui bagaimana peristiwa terjadi dengan tiba-tiba.


Semoga praduga ini tak menjerumuskan lebih dalam, sebab sebenarnya aku ingin sekali tak peduli dengan api yang dipantik oleh seseorang yang pandai dengan sifat licik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik