Untuk penggenapan usia dan ketabahanmu
Aku selalu kesulitan menuliskan atau menggambarkan bagaimana
besarnya aku menyayangi seseorang yang tak pernah berhenti sayang padaku, tanpa
atau dengan kuminta. Salah satunya kepadamu, Ibu. Ibuku tersayang.
Taka da perayaan yang istimewa di hari ini, 22 Februari
ketika bulan dan tanggal diulang saat hari kelahiranmu. Hanya kecupan di kedua
pipimu, pelukan, dan ucapan selamat berbahagia yang aku berikan kepadamu.
Sungguh miskinnya aku ini, tak mampu membelikanmu apa-apa untuk sekadar menjadi
kado. Mungkin tak ada yang bisa mewakili perasaanku kepadamu sebagai hadiah di
mana usia bertambah. Semoga kelak, sesuatu yang kau impi-impikan dari lama aku
mampu mewujudkannya. Semoga Ibu.
Aku sudah tak pantas disebut gadis kecilmu lagi yang dulu
tertawanya paling menggemaskan di seluruh kampung, tak semenyenangkan ketika
aku masih menjadi penurut, aku bertambah dewasa Ibu meski tidak semua pada
diriku mendewasa. Namun kau dengan mudah menyesuaikan pertunbuhanku, jadilah saat
ini dirimu seorang Ibu yang menjelma sebagai teman baik. Ah, aku mulai sangat
kesulitan merangkaikan kata-kata untukmu.
Di usiamu yang bertambah ini, aku yakin kau lebih mampu
tabah. Merawat dan menjaga aku serta adik, pula merangkulkan setia kepada Ayah
selama engkau bisa. Bu, ajari aku bersyukur lebih lebih banyak dari biasanya.
Sebab masih banyak hal yang membuatku selalu kurang, nasehati kebebalanku pada
keburukan. Maafkan jika saat ini aku belum menghadiahimu apa-apa selain doa di
setiap sembahyangku. Semoga kau selalu berbahagia, Ibu. Happy Birthday, my
super Mom. I Love You.
Sidoarjo, 22-Februari-2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar