Minggu, 22 Februari 2015

Selamat Bertambah Usia, Ibu

Untuk penggenapan usia dan ketabahanmu

Aku selalu kesulitan menuliskan atau menggambarkan bagaimana besarnya aku menyayangi seseorang yang tak pernah berhenti sayang padaku, tanpa atau dengan kuminta. Salah satunya kepadamu, Ibu. Ibuku tersayang.

Taka da perayaan yang istimewa di hari ini, 22 Februari ketika bulan dan tanggal diulang saat hari kelahiranmu. Hanya kecupan di kedua pipimu, pelukan, dan ucapan selamat berbahagia yang aku berikan kepadamu. Sungguh miskinnya aku ini, tak mampu membelikanmu apa-apa untuk sekadar menjadi kado. Mungkin tak ada yang bisa mewakili perasaanku kepadamu sebagai hadiah di mana usia bertambah. Semoga kelak, sesuatu yang kau impi-impikan dari lama aku mampu mewujudkannya. Semoga Ibu.

Aku sudah tak pantas disebut gadis kecilmu lagi yang dulu tertawanya paling menggemaskan di seluruh kampung, tak semenyenangkan ketika aku masih menjadi penurut, aku bertambah dewasa Ibu meski tidak semua pada diriku mendewasa. Namun kau dengan mudah menyesuaikan pertunbuhanku, jadilah saat ini dirimu seorang Ibu yang menjelma sebagai teman baik. Ah, aku mulai sangat kesulitan merangkaikan kata-kata untukmu.


Di usiamu yang bertambah ini, aku yakin kau lebih mampu tabah. Merawat dan menjaga aku serta adik, pula merangkulkan setia kepada Ayah selama engkau bisa. Bu, ajari aku bersyukur lebih lebih banyak dari biasanya. Sebab masih banyak hal yang membuatku selalu kurang, nasehati kebebalanku pada keburukan. Maafkan jika saat ini aku belum menghadiahimu apa-apa selain doa di setiap sembahyangku. Semoga kau selalu berbahagia, Ibu. Happy Birthday, my super Mom. I Love You.

Sidoarjo, 22-Februari-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik