Rabu, 25 Februari 2015

Untuk Ta

Untuk seorang apresiator muda,

Hai Ta, bagaimana kegiatan di sekolahmu? Semoga tidak ada hambatan ya, bergiatlah belajar.
Kadang aku sering bertanya sendiri, apakah kamu memang benar-benar menyukai sastra atau hanya tertarik saja? Semenjak kamu mengapresiasi beberapa sajakku, kamu berkata menyukainya. Semoga memang benar kamu menyukainya, entah karena alasan apa. Aku ingin menyampaikan terima kasih kepadamu tentang apresiasi yang kamu berikan untukku. Sampai kamu dengan senang hati mendengarkan suaraku melalui voice note, kalau saja kamu tahu aku sebenarnya belum bisa dijadikan panutan sekalipun dalam dunia sastra. Aku masih pemula, Ta mungkin sama denganmu yang masih belajar. Maka dari itu aku senang ketika kamu begitu exciting terhadapku, terhadap karya-karyaku yang masih sederhana itu. Sekalipun kita belum pernah bertemu padahal tinggal di satu kota yang sama, setidaknya kita sudah saling berkenalan. Mungkin bisa dilayakkan jika kamu sebagai seorang adik sekaligus teman. 

Ta, sebenarnya apa yang kamu pikirkan ketika membaca beberapa karyaku? Mungkin aku juga membutuhkan beberapa ulasan bagaimana kamu memaknai sajak-sajakku yang sering kau retweet itu. Surat ini aku buat karena aku ingin membalas kegembiraanmu saat mengenalku, sebab aku juga senang mengenalmu. Terima kasih untuk apresiasinya selama ini, seringkali kamu memberiku semangat tersendiri untuk terus berkarya. Semoga kelak, aku benar-benar bisa jadi seseorang yang pantas untuk dibanggakan. Dibanggakan oleh kamu yang mengenalku, pula semoga karya-karya yang masih merambat aku buat bisa menjadi inspirasi bagimu dan banyak orang. Doakan saja, Ta.


Bersemangatlah dalam menggapai bahagiamu, pun jangan jenuh untuk terus meraup banyak ilmu. Kamu masih sangat muda, masih sangat berpotensi jika benar-benar menyukai sastra atau apapun itu yang kamu minati. 

Surabaya (13.56)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik