Untuk seorang apresiator muda,
Hai Ta, bagaimana kegiatan di
sekolahmu? Semoga tidak ada hambatan ya, bergiatlah belajar.
Kadang aku sering bertanya
sendiri, apakah kamu memang benar-benar menyukai sastra atau hanya tertarik
saja? Semenjak kamu mengapresiasi beberapa sajakku, kamu berkata menyukainya.
Semoga memang benar kamu menyukainya, entah karena alasan apa. Aku ingin
menyampaikan terima kasih kepadamu tentang apresiasi yang kamu berikan untukku.
Sampai kamu dengan senang hati mendengarkan suaraku melalui voice note, kalau
saja kamu tahu aku sebenarnya belum bisa dijadikan panutan sekalipun dalam
dunia sastra. Aku masih pemula, Ta mungkin sama denganmu yang masih belajar.
Maka dari itu aku senang ketika kamu begitu exciting
terhadapku, terhadap karya-karyaku yang masih sederhana itu. Sekalipun kita
belum pernah bertemu padahal tinggal di satu kota yang sama, setidaknya kita sudah
saling berkenalan. Mungkin bisa dilayakkan jika kamu sebagai seorang adik sekaligus teman.
Ta, sebenarnya apa yang kamu
pikirkan ketika membaca beberapa karyaku? Mungkin aku juga membutuhkan beberapa
ulasan bagaimana kamu memaknai sajak-sajakku yang sering kau retweet itu. Surat
ini aku buat karena aku ingin membalas kegembiraanmu saat mengenalku, sebab aku
juga senang mengenalmu. Terima kasih untuk apresiasinya selama ini, seringkali
kamu memberiku semangat tersendiri untuk terus berkarya. Semoga kelak, aku
benar-benar bisa jadi seseorang yang pantas untuk dibanggakan. Dibanggakan oleh
kamu yang mengenalku, pula semoga karya-karya yang masih merambat aku buat bisa
menjadi inspirasi bagimu dan banyak orang. Doakan saja, Ta.
Bersemangatlah dalam menggapai
bahagiamu, pun jangan jenuh untuk terus meraup banyak ilmu. Kamu masih sangat
muda, masih sangat berpotensi jika benar-benar menyukai sastra atau apapun itu
yang kamu minati.
Surabaya (13.56)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar