Selasa, 26 Januari 2016

Pertemuan yang (me)Lesap(kan)

Di ambang pintu klinik Mpret menatapku tajam dan aku hanya terdiam, bisu karena kata-kata seolah ditusuk oleh sepasang mata Mpret. Ada apa sih? Aku membatin antara kesal dan khawatir. Sebab suatu kali pernah dia terpeleset jatuh di tempat yang sama; di ambang pintu, hendak menemuiku karena kegirangan bertemu sepupunya yang namanya selalu bergema di telingaku ketika disebut; Bong. Bagaimana tidak, selain bergema kadang nama itu juga berdengung  dalam kepalaku, karena aku seperti mendengar bunyi gong dipukul. Bong memintaku untuk bertemu dengan seseorang yang harus kusembuhkan dengan terapi listrikku, orang itu bernama Alfa. Nama itu juga terasa aneh di telingaku, karena setiap kali mendengarnya seperti ada gelombang listrik di tubuhku yang menguat, erat, ingin mengikat ke tubuhnya. Barangkali, ada magnet di sana. “Kali ini siapa lagi?” Tanyaku penasaran pada Mpret. “Dia adalah seseorang yang akan mewujudkan seluruh impianmu, mungkin impianku juga.” Lalu Mpret keluar dari ambang pintu dan segera kembali dengan menggandeng sebuah lengan. “Kenalkan, aku Star.” Dia mengulurkan tangannya.

Aku suka petir, aku terobsesi pada  angkasa, tapi aku tak pernah berminat bertemu bintang; apalagi bintang jatuh.

“Elek...” Suaraku terputus, lalu aku lesap entah ke mana. Seperti diisap sekaligus diempaskan entah ke mana.

Tak semua bintang jatuh mengabulkan harapan, Mpret!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik