Di kedai kopi itu aku merenung, dengan hujan yang turun deras di luar sana, dengan sepasang kekasih bermesraan dengan aku yang mencuri pandang seorang diri, ternyata merasa sepi tak harus sedang sendiri.
Malam itu, aku ingin memesan kopi dengan gula yang banyak
biar pahit hanya sebagai mitos belaka. Tapi seperti kata pujangga bahwa kita
tak dapat membohongi rasa pahit kopi karena kopi tetaplah menyimpan rasa pahit
sekalipun kau meraciknya agar terasa manis. Seperti aku yang tak bisa
membohongi kerinduanku pada waktu-waktu di mana aku sedang bersamamu, bersama
laki-laki yang sempat menyatakan cinta atau sayang padaku. Aku ingin
mengulangnya kembali atau jika tak bisa aku perlu untuk membuat kisah cinta
baru lagi. Setidaknya ada yang tetap membuat taman asmaraku tetap tumbuh
bunganya, biar gersang tak datang. Tapi apalah luka, sering membuatku menunda
untuk membuka hati dan sekali lagi mencoba. Perasaan memang kerap beralih, tapi
ada beberapa rasa yang tetap tinggal.
Seperti kedai kopi yang menjadi tempat baru bagiku, meskipun
aku rindu meminum kopi di kedai kopi yang sering kukunjungi. Aku mencoba
membuat suasana baru, bukan sekadar untuk memenuhi hasrat untuk check in lokasi
di sosial media. Sebab, tempat-tempat baru begitu membuat penasaran, apakah aku
akan mendapatkan rasa senang atau sebaliknya? Kali ini, aku mendapati suasana
yang cukup aneh yaitu keinginan merenungi hujan. Dari tempatku duduk, aku bisa
melihat pintu masuk kedai yang terbuka lebar dan runtuhnya hujan juga jelas mampu
kulihat. Sembari menunggu pesanan datang, aku membayangkan tentang kehujanan
yang tak sendirian, aku membayangkan cokelat panas setelah kehujanan, aku
memabayangkan kau yang tiba-tiba muncul menujuku, aku membayangkan kedai kopi dan
kau yang berada di depanku sambil tersenyum memandangi aku yang merenungi
jatuhnya hujan. Sebenarnya, daridulu aku tak begitu menyukai hujan juga
musimnya. Entah karena apa, tapi malam ini ada suasana lain yang ditimbulkan
oleh turunnya hujan di malam tahun baru imlek.
Semoga, kedai-kedai kopi selanjutnya kau tak akan tinggal
diam untuk mengizinkanku pergi sendiri dan lekas-lekas kautemani. Wahai kau,
seseorang yang akan melengkapiku nanti; jodoh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar